<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.2" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Silabus TIK SD</title>
	<link>http://iin.enggar.net/2007/05/31/silabus-tik-sd/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 03:11:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.2</generator>

	<item>
		<title>By: THOMAS</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2007/05/31/silabus-tik-sd/#comment-815</link>
		<author>THOMAS</author>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 06:15:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://iin.enggar.net/2007/05/31/silabus-tik-sd/#comment-815</guid>
		<description>Tolong kirim ke alamat email saya SILABUS TIK UNTUK SD saya sangat membutukan dalam waktu dekat. dan Juga contoh persiapana mengajar TIK untuk SD.  thanx sebelumnya. GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tolong kirim ke alamat email saya SILABUS TIK UNTUK SD saya sangat membutukan dalam waktu dekat. dan Juga contoh persiapana mengajar TIK untuk SD.  thanx sebelumnya. GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Awaludin</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2007/05/31/silabus-tik-sd/#comment-808</link>
		<author>Awaludin</author>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 09:29:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://iin.enggar.net/2007/05/31/silabus-tik-sd/#comment-808</guid>
		<description>Saya ingin mengetahui peraturan pemerintah atau yang sejenisnya tentang mata pelajaran TIK masuk SD. Terima Kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin mengetahui peraturan pemerintah atau yang sejenisnya tentang mata pelajaran TIK masuk SD. Terima Kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Enggar</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2007/05/31/silabus-tik-sd/#comment-121</link>
		<author>Enggar</author>
		<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 03:18:11 +0000</pubDate>
		<guid>http://iin.enggar.net/2007/05/31/silabus-tik-sd/#comment-121</guid>
		<description>Hem, diskusi yang menarik. Boleh minta sarannya untuk buku revisi aku berikutnya? Mungkin aku kirim lewat email, nggak pp? Buku yang di atas itu judulnya apa ya? thks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hem, diskusi yang menarik. Boleh minta sarannya untuk buku revisi aku berikutnya? Mungkin aku kirim lewat email, nggak pp? Buku yang di atas itu judulnya apa ya? thks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Affan</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2007/05/31/silabus-tik-sd/#comment-119</link>
		<author>Affan</author>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2007 17:56:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://iin.enggar.net/2007/05/31/silabus-tik-sd/#comment-119</guid>
		<description>Ini TIK maksudnya Teknologi Informasi dan Komunikasi ? Buat anak SD ? Wah sangar ya anak SD sekarang harus tahu IT dan macem2.

BTW, saran saya sih, cara paling baik utk kenalkan IT kepada anak2 SD dan SMP itu dengan teknologi Radio Amatir. Coba cari buku ARRL Handbook (www.arrl.org), disitu diterangkan bagaimana anak2 bisa berkenalan dengan teknologi komunikasi dengan baik, tanpa harus ketemu dengan gadget2 yang aneh2, dan lebih memunculkan sifat2 konstruktif, saling membantu dan gotong royong, daripada langsung diajari ilmu IT yang mendorong kepada konsumerisme. 

Dunia Amatir Radio memperkenalkan prinsip elektronika dasar yang bisa dipelajari oleh semua orang. Setelah itu barulah orang tahu apa sih komponen penyusun peralatan telekomunikasi (dalam hal ini pemancar/penerima radio), dan prinsip ini applicable sampai ke tingkat universitas. Saya aja yang belajar Teknik Elektro Telekomunikasi di ITB aja akhirnya banyak dapet ilmu dari Amatir Radio ini. 

Kalau mau bukti, coba lihat orang2 jagoan IT di luar negeri, kebanyakannya kenal IT itu dari Amatir Radio. Steve Wozniak contohnya. Banyak insinyur IEEE di luar negeri anggota Amatir Radio. Kalau contoh di Indonesia, yang jelas ya Pak Onno Purbo ;)

BTW di situs http://bebas.info/product_info.php?products_id=50 ternyata ada tuh yang jual bukunya. Silakan dibaca2 dulu mbak untuk referensi. 

Yang jelas, saya cuma takut anak2 yang masih SD, masih hepi-hepinya bermain sambil belajar itu ditarget musti bisa ini dan itu, tanpa tahu sebenarnya dia belajar itu buat apa. Ambil contoh saya, yang nggak pernah ditarget harus tahu ini itu, harus les ini itu, toh survive juga keluar dari ITB Teknik Elektro, dengan nggak terlalu goblok2 banget dibandingkan dengan teman2 yg lainnya. 

Wass.wr.wb.
-affan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini TIK maksudnya Teknologi Informasi dan Komunikasi ? Buat anak SD ? Wah sangar ya anak SD sekarang harus tahu IT dan macem2.</p>
<p>BTW, saran saya sih, cara paling baik utk kenalkan IT kepada anak2 SD dan SMP itu dengan teknologi Radio Amatir. Coba cari buku ARRL Handbook (www.arrl.org), disitu diterangkan bagaimana anak2 bisa berkenalan dengan teknologi komunikasi dengan baik, tanpa harus ketemu dengan gadget2 yang aneh2, dan lebih memunculkan sifat2 konstruktif, saling membantu dan gotong royong, daripada langsung diajari ilmu IT yang mendorong kepada konsumerisme. </p>
<p>Dunia Amatir Radio memperkenalkan prinsip elektronika dasar yang bisa dipelajari oleh semua orang. Setelah itu barulah orang tahu apa sih komponen penyusun peralatan telekomunikasi (dalam hal ini pemancar/penerima radio), dan prinsip ini applicable sampai ke tingkat universitas. Saya aja yang belajar Teknik Elektro Telekomunikasi di ITB aja akhirnya banyak dapet ilmu dari Amatir Radio ini. </p>
<p>Kalau mau bukti, coba lihat orang2 jagoan IT di luar negeri, kebanyakannya kenal IT itu dari Amatir Radio. Steve Wozniak contohnya. Banyak insinyur IEEE di luar negeri anggota Amatir Radio. Kalau contoh di Indonesia, yang jelas ya Pak Onno Purbo <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>BTW di situs <a href="http://bebas.info/product_info.php?products_id=50" rel="nofollow">http://bebas.info/product_info.php?products_id=50</a> ternyata ada tuh yang jual bukunya. Silakan dibaca2 dulu mbak untuk referensi. </p>
<p>Yang jelas, saya cuma takut anak2 yang masih SD, masih hepi-hepinya bermain sambil belajar itu ditarget musti bisa ini dan itu, tanpa tahu sebenarnya dia belajar itu buat apa. Ambil contoh saya, yang nggak pernah ditarget harus tahu ini itu, harus les ini itu, toh survive juga keluar dari ITB Teknik Elektro, dengan nggak terlalu goblok2 banget dibandingkan dengan teman2 yg lainnya. </p>
<p>Wass.wr.wb.<br />
-affan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
