Penerbitan Buku

Dari blog nya Anis, yang tanya soal margin buku. Entah kenapa, aku kok ikut tersangkut :) . Melihat banyaknya penerbit baru yang bermunculan salah satu alasan selain karena ijin yang lebih mudah dan juga ada keuntungan yang besar di dalamnya. Itu kata isu lho :) .

Aku paparkan sedikit soal royalti buku. Nanti berapa kira-kira margin buku dihitung dan dikira-kira kasar dari hitungan ini aja ya ;-) . Aku tidak berbakat hitung menghitung soalnya.

Buku Pelajaran

Cetakan awal buku berkisar 5000 (min) dan 10000. Rata-rata 10000 eks.

Katakan royalti 6% (Royalti buku pelajaran berkisar 6-8%). Harga buku 20000. jumlah cetakan 10000 eks.

Royalti penulis= 6%*20000=1200

Asumsi buku laku semua= 12.000.000. Itu kalau laku semua lho. Dipotong PPH 15%, jadi total jenderal =10.200.000

Nah, itu 6% untuk honor penulis dan biaya pajak ditanggung penulis :(

Jadi (mo protes nih), jangan beranggapan harga buku mahal gara-gara honor penulis nya gede. Tentu masih banyak faktor yang menyebabkan harga buku jadi mahal. Misal.

Untuk penerbit besar, mereka biasanya sudah punya ‘langganan’. Nah, bagaimana dengan perusahaan yang kecil? Selain harus menekan harga buku dengan resiko menurunkan kualitas kertas dan tinta. Mereka juga harus setengah mati merebut pasar. Tidak mudah’ kan? Belum lagi resiko buku yang tidak terjual. Karena ini pasti terjadi.

Buku Umum

Biasanya cetakan awal sekitar 2000-3000 eks. Tapi royaltinya lebih besar (10-15%). Apalagi kalo bukunya jadi best seller, cetakan berikutnya royaltinya bisa nambah lagi tuh.

Kalau buku nya nggak laku gimana? Atau misalkan kasus nya seperti buku pelajaran. Berganti kurikulum berarti buku dengan kurikulum sebelumnya, nggak lako donk? Kalo kata editorku, buku-buku itu masih ada pasarnya. Hanya saja memang jadi dilema kali ya.

Buat aku pribadi, penginnya nulis buku pelajaran dengan content yang mendalam dan harga yang tidak terlalu mahal. Seperti kasus buku TIK SD itu, materi di kurikulum itu agak-agak bikin lieur :) . Banyak pengulangan. Sehingga supaya tidak mubazir kami (hasil kesepakatan aku dan editor) menambah beberapa materi lain. Yang penting materi inti-nya masuk. Satu lagi, kita harus mengepaskan jumlah halaman dengan kelipatan 4. Kadang, beberapa tulisan panjang dipotong karena jumlah halamannya tanggung. Atau sebaliknya, harus nambah halaman. Kalo kurang-nya sedikit sering dijadikan halaman catatan. Walopun untuk ini, aku kurang sreg. Rasanya berdosa aja. Karena tebal halaman juga berarti menaikkan harga buku. Untung-lah, penerbit erlangga jarang melakukan ini.

Soal banyak yang mengeluh harga buku kalo di sekolah jadi mahal, aku juga nggak paham sistem-nya. terusin besok lagi ya :)

4 Responses to “Penerbitan Buku”

  1. Anis says:

    Hehehe..soalnya kalo aku bikin link ke Andrea Hirata, atau ke J.K. Rowling, pasti gak akan dibalas. Jd mending bikin link ke Mbak Enggar. Tks utk penjelasannya, Bu Guru. :-)

  2. tri_wan says:

    mau nanya nih… boleh kan??
    kalo royalti penulis buku/novel fiksi gimana ngitungnya?

    thanks ya..

  3. Enggar says:

    tri
    Aku nggak tahu juga kalau untuk buku jenis novel fiksi ini. Mungkin masuk dalam kategori buku umum?

  4. Aca says:

    aq ditawarin nulis buku pelajaran dengan royalti 5%, pph 15%, kalo DP 10% dari royalti itu 500rb, layak gak sih?

Leave a Reply