Gerhana Bulan

Tadi malam aku bersama para ponakan menyaksikan gerhana bulan. Langit terlihat lebih gelap. Kemudian perlahan-lahan muncul cahaya merah membentuk senyum tipis dari bulan. Kurcaci-kurcaci kecil itu bersorak-sorak kegirangan, tidak mau melepaskan pandangan mereka dari bulan yang cahaya nya mulai merambat naik. Heboh luar biasa. Tetangga mulai keluar dan ikut menyaksikan fenomena alam yang luar biasa indahnya ini. ‘Kenapa lama sekali bulannya muncul?’, ‘bintang apa yang  terang itu?’, ‘kenapa ada gerhana?’, dan berbagai macam pertanyaan lainnya bertaburan. Duh, gimana neranginnya? :) Mencoba menjawab pertanyaan para kurcaci dan jadi kepikiran pengin punya laser pointer yang berwarna hijau, yang cahayanya mampu mencapai langit.  Setengah jam berikutnya, aku ajak mereka untuk bereksplorasi di Internet. Aku cari situs anak-anak mengenai tata surya. Aku tinggal sebentar, tak lama mereka kembali heboh mengabarkan bahwa bulannya sudah muncul. Tak puas mereka memaksa ku untuk melihat. Yup, bulan telah muncul dan proses gerhana bulan baru saja terlewati:). Mereka puas dan kembali ke rumah masing-masing. Seru, menyenangkan. Melihat gerhana bulan lebih asyik kalo ditemani anak-anak, ternyata :)

Jangan lupa 11 september, gerhana matahari.

6 Responses to “Gerhana Bulan”

  1. rara says:

    Di Kompas Minggu kemarin, di halaman Kompas anak diceritakan dengan menarik soal gerhana bulan. Keponakan=kurcaci? Berarti Enggar=peri :-)

  2. Enggar says:

    thanks info, nya nanti aku lihat. Peri? hehe… Peri nya ponakan ya ibu mereka masing-masing :)

  3. indra kh says:

    sayang banget pas lagi gerhana ada deadline, jadi lagi pakepuk (sibuk) di atas keyboard komputer, jadi tidak terlalu memperhatikan :)

  4. Enggar says:

    indra kh:
    next time mas… :)

  5. iffata says:

    Jangan lupa 11 september, gerhana matahari.

    Jangan lupa juga ya, 12 September gerhana … mmm … mmm … ;)

  6. Enggar says:

    Iffata: tanggal 12, hemm, hari apa fah?

Leave a Reply