Pertemuan kedua

Ini minggu kedua aku mengajar di SMPN. Materi untuk kelas 9 adalah internet. So, tadi aku mengajarkan mereka cara membuat email di yahoo. Untuk hasil akhir, aku minta mereka kirim email ke aku, dan sstt, aku tantang mereka untuk mengirimkan email yang disisipi gambar. Sederhana? Ya, tentu saja. Kalau dibuat perbandingan dengan anak-anak muridku di sekolah yang sebelumnya, rasanya nggak fair juga. Karena katanya kita tidak boleh membanding-banding kan, kan? :). Karena banyak faktor yang melatar belakangi-nya. Pertama, murid-muridku di sini bisa jadi baru mengenal internet sekarang. Beberapa mungkin baru ada yang belajar menggunakan mouse. Tapi itu semua bukan halangan bagi mereka untuk belajar dan sama maju nya dengan anak-anak lain yang mungkin lebih beruntung.

Nah, kenapa aku meminta mereka mengirim email ke aku? Narsis, kah ibu guru ini? hehehe. Aku ingin melihat kemampuan dan kreativitas mereka. Mau tahu hasilnya? Ada yang mengirimi aku gambar langsung di dalam kotak isi, bukan berupa file lampiran. Ada juga yang sudah terbiasa ber-email ria, terlihat dari penggunaan emoticon dan huruf yang berwarna-warni. Ada yang biasa-biasa saja. Tapi itu semua sudah cukup memberikan gambaran.

Isi suratnya apa aja? Macam-macam. Ada yang pengin curhat (lho?), tanya alamat rumah, sudah menikah atau belum, dll. Ada juga sekedar pujian :). Apa bunyinya? Ada deh… hihihi.

Kelas akan sedikit riuh ketika aku mengumumkan nama anak-anak yang emailnya berhasil aku terima. Anak lain yang belum berhasil biasanya penasaran. Begitu mereka merasa berhasil mengirimi aku email langsung memaksaku untuk mencek email kembali. Dan berseru-seru riang ketika nama mereka muncul di layar TV. Hehehe, aku ikutan senyum-senyum aja. Ikut terbawa suasana riang mereka sih :).

Setidaknya aura mereka membuat aku melupakan ngeliyengnya kepalaku tadi. Selain kurang tidur maag ku kambuh juga. Itulah akibat terlambat makan, tidur malam, dan ngebut ngerjain penulisan buku yang belum rampung juga. Alhamdulillah 3 buku sudah selesai, sudah mulai masuk setter 1 di penerbitan. 1 buku masih 1 bab lagi. Dan ada 2 buku yang belum mulai ditulis walaupun formatnya sudah ada dalam bayangan.  (hihihi, kalimat sebelumnya dihapus ya, kan katanya guru harus memberi contoh yang baik ;-) ). Naga-naga nya mulur nih. Ah, tidak boleh mengeluh, harusnya bersyukur ada yang memberi pekerjaan, iya kan? Duh, maafkan aku, tuhan. Mudah-mudahan aku juga tidak mengecewakan mereka yang sudah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepadaku. Maafin aku ya.

5 Responses to “Pertemuan kedua”

  1. indra kh Says:

    Kira-kira berapa persen mbak murid-murid yang keliatannya belum pernah mengirim email sekalipun? Atau adakah yang sama sekali baru mengenal Internet saat itu juga?

  2. Enggar Says:

    Berapa ya? Kira-kira dalam satu kelas yang pernah membuat email sekitar 5 atau 10 orang. Tapi berbeda jumlahnya dari setiap kelas. Ada juga yang belum punya email sama sekali. Kalau internet sebagian besar rasanya mengenal.

  3. iffata Says:

    Dan berseru-seru riang ketika nama mereka muncul di layar TV.

    Eh, halo, maksudnya itu gimana, Bu Enggar? Tampilan dari komputer Bu Enggar munculnya di suatu layar TV? :-/

  4. Enggar Says:

    Iya, Fah. Jadi, ada komputer dan monitornya juga untuk guru di depan. Semua kegiatan guru bisa terlihat di layar TV itu. Betul, kan namanya layar TV? Atau aku salah ya? :). Sorry :)

  5. iffata Says:

    Eeh, jangan malah bilang sorry atuh, bu Enggar. :D
    Aku nanya itu memang karena kemaren nggak kebayang, jadi otomatis nggak tau juga itu namanya layar TV atau bukan. Cuma kemaren sempat kepikiran, apa layar TV yang bu Enggar maksudkan itu mirip dengan yang ada di ruang kuliah TVST ITB. Dan aku sendiri belum pernah lihat monitor di TVST itu digunakan, hehe.

Leave a Reply