Tanpa Kata
“Kamu terlalu sombong, terlalu angkuh.. ”
”Ya, ya, kenapa sih aku harus setiap saat mendengar kalimat itu? Sekian waktu dan perjalanan hidup yang kita lalui bersama, sekian tawa dan tangis yang ada, tak cukupkah bagimu untuk mengenalku?”
“Bagaimana aku bisa mengenalmu jika kau tak membiarkanku masuk”.
“Aku sedang tak ingin berkata-kata, bolehkah?” Kata-kata membuatku penat. Aku lelah. Kalian bicaralah, aku akan mendengarkan”.
Tapi, kali ini aku hanya ingin menangis, kali ini saja”.
(intermezo, coretan iseng aja )
March 23rd, 2008 at 10:40 pm
menangislah,,
bila harus menangis…
karena kita semua,,
manusia…
huehe,, komennya nggak penting yak..? maafkan…
March 27th, 2008 at 12:48 pm
Ya Mbak Eng, nangis aja, dikeluarin. Kan kita masih manusia …. Semoga baik-baik selalu.
March 28th, 2008 at 4:36 pm
Bu Enggar Juga Manusia
punya rasa punya hati
March 28th, 2008 at 5:48 pm
all:
Makasih comment-nya :).
March 31st, 2008 at 11:30 am
Lhoh kok jawabannya makasih, mbak eng?
Hayoo… hayooo…..
March 31st, 2008 at 8:00 pm
Za:
Hehehe Za, itu lagi iseng bikin prolog buat tulisan. Tapi kayanya aku nggak berbakat nulis cerpen ya?
April 2nd, 2008 at 10:00 am
Oh iya, aku baru kepikiran dengan kata-kata teman ku di diskusi mengalir yang kami lakukan. “We live in society”. Jadi menutup diri itu tidak baik juga. Kesannya kita jadi egois dan tidak adil.
Kita ingin tahu tentang orang lain banyak hal sementara kita menutup diri. Walau aku selalu menghargai orang yang memilih untuk tidak cerita. Barangkali hanya butuh waktu saja
April 2nd, 2008 at 9:55 pm
Za:

April 3rd, 2008 at 6:11 pm
Lhoh speechless nih? Jawabnya pakai senyum aja. Semoga aku ngerti.