Dulu aku kira perlu lahan yang luas untuk menanam buah-buahan, tapi sejak berhasil menanam dan memanen buah jambu air kancing di pot, sejak itu aku ingin belajar lebih banyak lagi cara bertanam di pot. Sebelumnya bahkan sampai saat ini pohon mangga dan jambu air (entah varietas apa) tetap belum membuahkan hasil. Padahal kedua pohon itu aku tanam di drum. Sudah sering juga mengalami pemangkasan daun-daunnya. Tapi belum juga menampakkan bunga, apalagi berbuah. Apa karena potnya yang terlalu besar?
Tanaman lainnya yaitu apel india (putsa), jambu air kancing, jambu getas, jambu bangkok, dan belimbing yang aku taruh di pot yang rata-rata diameternya antara 40-45 lumayan memunculkan bunga dan buah. Perawatan yang aku lakukan sih masih standar banget, maklumlah pemula
. Paling menambahkan tanah, pupuk. Pupuk yang aku gunakan biasanya NPK (yang harganya berkisar 5-10 ribu kalau beli sama bakul tanaman), pupuk kambing (beli sama bakul tanaman juga dan sekalian minta mereka yang menaburkan di koleksi tanamanku). Lainnya adalah pupuk air bekas cucian beras, air bekas cucian daging atau ikan. Kalau tanah aku beli di toko tanaman.
Untuk putsa bunganya muncul terus, termasuk genjah. Sudah beberapa kali merasakan buah putsa. Manis kriuk..kriuk. Kalau masih mentah rasanya seperti kedondong. Banyak yang mengatakan bahwa putsa lebih enak dikonsumsi ketika kematangan 85%. Belimbing berbunga dan ada beberapa buah yang mulai besar, namun berjatuhan diterpa hujan dan angin kencang. Masih ada sisa satu. Semoga bisa bertahan sampai layak dipanen. Ingin merasakan buah belimbing perdana dari kebun sendiri
.
Jambu air kancing dari pohon yang baru sudah mulai keluar pentilnya. Semoga pohonnya sehat dan berbuah lebat. Sedih, soalnya pohon jambu air kancing yang dahulu nyaris mati kena jamur. Sudah aku coba perawatan minimalis. Sekarang semoga mulai pemulihan dan bisa sehat kembali.
Pohon jambu getas dan jambu biji bangkok serta lengkeng aku letakkan di atas loteng. Kedua jambu sudah sering berbunga dan berbentuk buah kecil, tapi kemudian rontok
. Entah sudah beberapa kali. Teman-teman di grup penggemar tanaman buah menyarankan menggunakan MKP. Aku sudah mencoba mencarinya sih di toko tanaman, tapi kok susah ya? Kalau kelengkeng sepertinya masih lama, belum layak berbunga
, tapi ya siapa tahu saja ya? hehe.
Ada juga buah naga, yang beberapa bulan lalu baru aku pindah ke tempat yang terkena sinar matahari setelah sebelumnya dari tahun 2010 menyempil di tempat yang teduh. Sulur dan batangnya sudah tinggi dan bercabang, karenanya perlu diberi tiang penyangga. Minggu lalu aku ambil anakan dari induknya, dan mencoba menanamnya kembali serta aku letakkan di teras atas. Kemudian ada murbei. Murbei aku dapat dari seorang teman berupa stek batang berisi 7 buah. Dari ketujuh batang yang muncul tunas ada 5. Sisanya dua buah belum menampakkan tunas baru. Satu batang daunnya sudah lebat. Dua lainnya sudah mulai banyak daunnya dan dua lagi di Bandung.
Selain itu ada jambu bol dan jeruk. Keduanya milik Ibuku yang mendapat oleh-oleh ketika berkunjung ke mekar sari.
Selain tanaman buah ada juga tanaman sayur. Ada selada, kangkung, dan bayam hijau. Rencananya mau coba hidroponik dan aku isi dengan tanaman sayur. Minggu lalu mencoba semai anggur, delima merah, dan melon. Baru melon yang keluar tunas. Lainnya masih bobo
Bibit sayur lainnya yang belum aku semai ada caisim manis (sawi) dan bayam merah.
Duh, rasanya sih selalu ingin menambah tanaman tapi lahan terbatas. Ini saja semua tanaman diletakkan dalam pot, karena tidak ada lahan tanah sedikitpun. Semuanya sudah dilapis semen
.
Ingin bikin dak di atas untuk menambah koleksi tanaman lainnya, tapi menunggu izin dari Ayah, karena ini rumah Beliau. Doakan saja semoga bisa terkabul keinginannya membuat dak
. Amin yra.




