Ops, ada angin apa aku nulis tentang ini? Hehehe. Tulisan ini didedikasikan untuk teman-teman yang pernah merasa bertanya-tanya masalah ini ke aku. Impian setiap anak muda untuk menikah, bersama selalu setiap waktu bersama pasangan, dan lain-lain
. Pertanyaan yang sering muncul: kok bisa jauh-jauhan? Nggak takut suaminya selingkuh? Udah berapa tahun hubungan long distance gitu? bla bla bla lagi
.
Pertama, walaupun manusia sudah menikah masing-masing tetaplah sebuah individu. Setiap individu itu mempunyai kebutuhan untuk terus berkembang. Yang kalau menurut hirarki kebutuhan hidup nya Maslow dikenal dengan aktualisasi diri.
Dan karena salah satu pertimbangan di atas maka aku memutuskan untuk tetap bekerja. Dan karena sekali lagi kesempatan itu adanya di kota yang lain, maka dengan ijin serta restu dari dia aku mengambil kesempatan yang ditawarkan. Aku bukan istri yang baik karena tidak mengurusi suami? Ya, orang lain boleh komentar apa saja
. Bukan berarti aku tidak pernah mencoba untuk menjadi istri yang baik itu
. Pernah keluar dan memutuskan pindah ke kota dia. Tapi, sungguh deh nggak bertahan lama. Dampak ke dalam diriku juga tidak terlalu baik. Akhirnya, aku kembali bekerja dan lagi-lagi Jakarta lah yang mau menerimaku. Tentu kita semua mempunyai cara pandang yang berbeda dalam merunut berbagai permasalahan.
Takutkah aku kalau dia selingkuh? Nggak. PD atau sombong? hehehe, jangan salah. Aku tidak mau memaksa orang yang memang sudah tidak menyayangi aku lagi. Membiarkan dia pergi dan memilih orang lain yang menurut dia lebih baik tentu menyakitkan tapi masih lebih baik jika hubungan dipertahankan hanya untuk suatu kepura-puraan. Tidak ada sesuatu pun yang kekal di dunia ini. Kekecewaan, kesedihan, kehilangan, ketakutan, semuanya mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu atau seorang pun yang layak dijadikan gantungan dalam hidup. Hanya tuhan, Allah swt, tempat kita bergantung. Lagian menurut aku konyol aja kalau ada yang menyarankan agar kita selalu mengawasi pasangan kita. Kurang kerjaan bener
. Mungkin suka nongkrong nonton sinetron maka bawaannya curiga melulu.
Berapa lama aku sudah menjalani hubungan long distance ini? Hm, ada kali 10 tahun. Diantara tahun tersebut ada 1 tahun dimana aku dan dia benar-benar tidak bersama. Karena dia harus melanjutkan sekolah ke negara nya elizabeth. Berat? Ya iyalah, masa ya iya donk
. Bohong banget kalau dibilang tegar
. Well, sampai hari ini kami masih berjauh-jauhan. Dan mensyukuri nikmat -Nya karena kami masih diberi kesempatan untuk selalu bersama.
Dan kalau ada orang yang bertanya apa resepnya kami bisa bertahan walau jarak memisahkan, hmm, aku nggak punya jawabannya. Semua nya kami jalani saja, mengalir dan apa adanya.
Wah lagi berada mellow nih tulisannya. Lama tak bersua Mbak Enggar. Menurutku segala sesuatunya harus dikomunikasiin. Jujur, pada praktiknya ternyata enggak gampang. Kita bawaannya pasti pengen buat orang lain seneng.
Tapi dinamika kehidupan akan selalu datang.
wuih, jadi pengen nikah juga nih setelah tercium indikasi ada yang mau nikah beberapa minggu ke depan.
Za:
, akhirnya setelah 10 tahun menunggu, mas akan pindah ke Jakarta
. Tadinya mau nulis tentang kepndahan dia tapi karena ragu berita ini beneran atau tidak, makanya aku plesetkan ke tulisan lainnya dulu. Takut udah terlanjur senang tapi ternyata tidak jadi. Terima kasih Za.
Aku nggak lagi mellow lho
Yudha:
. Maksudmu, Wisnu? Aku doain setelah Wisnu married kamu segera menemukan pujaan hati. Aminn.
Kok bisa nemu blog yang ini? padahal maunya tak banyak yang tau. Isinya curhatan soalnya
Congrats, Ma’am
I wish a true happiness for you both, ever after.
Thanks Ifah. Semoga kebahagiaan selalu juga untuk Ifah.
[...] yang pekerjaannya beragam, kayak blognya bu guru ini , wanita yang senang berkutat dalam laboratorium, bu guru yang rajin, nona penyiar yang sering [...]
judul postingnya membuat aku tertarik untuk meninggalkan jejak… selama distance hati, rasanya akan baik-baik saja… karena long distance berbicara ditataran fisik sedang hubungan di tataran non-fisik…
kagum euy..
kalau ngga salah kita pernah bertemu di pameran buku
kok bisa yah…??? cuman nyasar waktu lagi nyari2 berita.
oh, udah tau yah mba dia akan menikah. bener kan dengan si itu? tadinya mau bergosip ria. tapi karena udah tau, ngak jadi ngegosip deh. hehehe
amin, semoga mba.
Yuti:
. Iya, kita pernah ketemu waktu pameran buku di Bandung
.
Yudha:
Si itu siapa? Tapi, betul kok
Jadi pengen ikutan nanya, heheu..
Iya Mba, kok bisa sih? hebaatt…
Btw apa kabar Mba? Ga jalan2 ke ciwalk lagi?
Alhamdulillah baik. Apa kabar juga Risa? Mudah-mudahan selalu baik ya. Ikutan nanya apa?
. Tidak hebat sih, biasa saja walaupun tidak lupa selalu disertai tangis bombay ala india… hihihi. Ciwalk? Duh, dah lama nggak ke sana
.