Not bad, kids. 64 is only beginning. The next time you will get more score. I’m proud of you, all.
Archive for the ‘Buku’ Category
Average
Friday, April 18th, 2008Untuk Apa
Tuesday, December 25th, 2007Untuk apa kita bekerja? Hm, tidak sengaja browser ku membuka halaman ini. Sepertinya bagus juga buat bahan renungan. Untuk apa Anda bekerja? Untuk keluarga? Untuk aktualisasi diri? Untuk lari dari kenyataan? Ayo, untuk apa kawan?
Sebelum cepat-cepat memberi alasan untuk keluarga, coba baca komentar dari halaman di atas
.
Berapa waktu yang sudah kita luangkan buat keluarga? Sekedar tegur sapa, obrolan ringan, masih bisa kah?
Totto-Chan
Wednesday, July 25th, 2007Totto-Chan adalah cerita seorang gadis cilik yang dianggap ‘nakal’ oleh gurunya. Karena kewalahan oleh kebandelan Totto-Chan maka sang guru meminta ibu gadis cilik ini untuk memindahkannya ke sekolah lain. Sekolah baru Totto-Chan bernama Tomoe Gakuen. Ruang kelas sekolah ini berada di dalam gerbong kereta. Tidak seperti sekolah lainnya, para murid bebas memilih urutan pelajaran yang mereka sukai. Setiap pagi Bapak/Ibu guru menuliskan soal-soal dan pertanyaan yang akan diajarkan hari itu. Murid bebas memilih pelajaran yang akan mereka kerjakan terlebih dahulu. Metode pengajaran ini membantu guru dapat mengamati bakat dan minat pada setiap anak didik.
Untuk ‘memaksa’ anak menyantap makanan yang bergizi, kepala sekolah meminta siswa untuk melengkapi bekal makanan mereka dengan ’sesuatu dari pegunungan’ dan ’sesuatu dari laut’. ‘Paksaan’ tersebut tidak dirasakan oleh anak, karena mereka lebih tertarik untuk menebak-nebak dan sebisa mungkin melengkapi bekal mereka dengan ’sesuatu dari pegunungan’ (makanan dari daratan) dan ’sesuatu dari laut’ (makanan dari laut). Sebelum mulai acara makan, kepala sekolah akan berkeliling dan memeriksa bekal setiap anak. Kadang beliau mengajukan pertanyaan dan menjelaskan menu makanan tertentu.
Setelah seharian belajar, siswa dibolehkan memilih acara bebas. Biasanya mereka memilih untuk berjalan-jalan. Ditemani dengan Bapak/Ibu guru mereka berjalan-jalan dengan riang, sesekali mereka bertanya tentang apa saja yang mereka liat atau temui. Anak-anak tidak pernah menyadari, bahwa dalam acara bebas ini mereka sesungguhnya belajar banyak tentang sains, biologi, dan sejarah.
Banyak lagi pengalaman yang menarik dan berharga dari sekolah ini. Kalau mau tau lanjutannya, beli deh bukunya. Buku yang dapat memberikan inspirasi dan membuka wawasan terutama untuk dunia pendidikan.
Tetralogi Laskar Pelangi
Sunday, July 1st, 2007Untuk menghasilkan generasi yang cerdas, berkarakter kuat dan berwatak baik tidak selalu melalui sekolah mahal. Mau bukti? Lihatlah peran besar guru-guru dalam buku Laskar Pelangi, karya Andrea Hirata.
Di tengah kondisi kegiatan belajar yang seadanya para guru tidak sekedar mengajar tetapi juga mendidik serta menanamkan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Menjadi motivator bagi siswa untuk belajar giat dalam menggapai cita-cita. Mereka harus punya mimpi.
Mimpi untuk bisa sekolah tinggi, mimpi untuk keluar dari kemiskinan, mimpi suatu saat nanti mereka bisa mendatangi berbagai tempat di seluruh dunia. Mimpi yang terus didengungkan dan menetap di relung-relung hati, mimpi yang tidak boleh dipatahkan.
Mengutip kalimat dari buku Paulo Coelho, The Alchemist. “Dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya.” Maka bermimpilah. Mimpi yang membuat manusia hidup. Karena dengan mimpi ada harapan di dalamnya. Mimpi dan berusahalah mencapainya. Kalau pun gagal setidaknya kita telah mencoba. Asal jangan mimpi tanpa berusaha
Kapan buku terakhir tetralogi Laskar Pelangi terbit ya? Duh, nggak sabar deh. Apakah akhirnya si Ikal bertemu dengan A-ling nya? Bagaimana dengan nasib riset Arai?
Jadi pengin kenal dengan guru-guru yang ada dalam cerita ini. Mereka pastilah orang-orang hebat. Dengar-dengar sekolah muhammadiyah di Belitong yang ada dalam buku ini jadi terkenal sekarang, wah.. kapan ya bisa jalan-jalan ke Belitong?
Night – Elie Wiesel
Friday, June 29th, 2007Kesaksian tentang holocaust. Penerbit esensi (erlangga group).
Sinopsis buku ini mengingatkan ku akan buku harian-nya Anne Frank. Tempat dan waktu kejadian yang sama. Anne Frank melukiskan hari-hari nya di tempat persembunyian di masa pendudukan nazi. Dan Elie, menceritakan hari-hari yang harus dilaluinya di kamp konsentrasi.
Buku ini mengisahkan catatan tragis kejahatan manusia yang dilakukan oleh suatu bangsa terhadap ras yahudi.
Membaca buku ini menimbulkan kepedihan dan kengerian yang luar biasa. Bagaimana bisa manusia melakukan kejahatan yang sangat tidak masuk akal terhadap sesamanya?
Marya, Wanita Luar Biasa
Friday, June 8th, 2007Waktu kecil, aku punya banyak koleksi buku. Salah satunya, seri tokoh dan penemu. Lord Baden Powel , Nightingale, dan Marie Curie, beberapa diantara yang membekas cukup dalam pada ingatanku. Dan tiba-tiba aja, my partner, beli buku yang judulnya ‘Marya, Wanita Luar Biasa’. Melihat cover nya, aku langsung bisa mengenali tokoh wanita itu. Pasti Marie Curie, si penemu radium (Aku masih ingat nama suami Marie lho). Tapi kok ‘Marya’? *Halah* katanya inget tapi nama asli Marie lupa.. hehehe. Ini sedikit kisah dari buku ‘Marya, Wanita Luar Biasa’, penulis Hendrasmara, penerbit Navila.
Ayah Marya, karena menunjukkan loyalitas terhadap tanah air, dipecat dari pekerjaannya. Marya dan saudara-saudaranya hidup dalam keprihatinan. Beruntung Marya berada dalam lingkungan yang saling mengasihi satu sama lain. Ketika Marya berusia 11 tahun, ibu yang dicintai kembali kepada Sang Pencipta, karena sakit TBC yang dideritanya. Sebelumnya, kakak Marya juga meninggal karena sakit. Demi pengorbanan sang ibu dan kakak terkasih, serta ayah yang telah bekerja keras untuk keluarga serta kesetian terhadap tanah air, Marya dan saudara-saudara nya bertekad untuk belajar tekun dan bekerja keras agar dapat menyelesaikan studi dengan gemilang.
Semua rintangan yang ada tidak menyurutkan langkah Marya untuk mewujudkan cita-cita.
Kedisiplinan, kegigihan, ketekunan, dan perjuangan hidupnya sungguh patut disimak. Pengorbanan yang tiada tara dan penyerahan diri secara total untuk mengabdikan diri demi ilmu pengetahuan, kemanusiaan, serta bangsa dan tanah air yang dicintai sungguh mengharu biru
Surat dari palmerah
Monday, April 2nd, 2007Buku ini merupakan kumpulan esai dari Seno Gumira Ajidarma, untuk kolom editorial di majalah Jakarta-jakarta. Majalah ini kemudian tidak dilanjutkan penerbitannya pada pertengahan 1999, setelah kemunculan perdana nya di awal tahun 1996. Kumpulan tulisan yang dibuat pada masa sebelum dan sesudah tergulingnya orba ini banyak menyorot etika politik serta masalah sosial budaya yang dialami bangsa Indonesia, pada masa itu (pun mungkin masih terjadi pada masa reformasi?). Untuk jawaban dari pertanyaan ini kembalii kee .. Laptop..
eh, maksudnya ke Anda masing-masing
.
Orang-orang Proyek – Ahmad Tohari
Tuesday, February 6th, 2007Buku dengan latar belakang tahun 1991 ini bercerita tentang seorang tokoh insinyur yang juga mantan aktivis di kampusnya . Cerita berawal ketika tokoh kita, Kabul, harus memimpin suatu proyek pembangunan jembatan di sebuah desa. Jembatan yang sudah dinanti-nantikan keberadaannya oleh penduduk setempat. Pemerintah yang berfungsi secara langsung sebagai pemilik proyek akan mendanai pembangunan jembatan ini dari dana pinjaman luar negeri. Itu artinya, kelak masyarakat jugalah yang akan membayar hutang tersebut. Namun dalam tingkat pelaksanaan, banyak ditemukan penyelewengan yang dilakukan baik oleh pemerintah dan para politikusnya. Biaya yang sejatinya untuk pembangunan proyek terpangkas sampai lebih dari separuhnya. Bisa ditebak bagaimana mutu jembatan itu nanti. Tentu bukan tugas yang mudah bagi si insinyur. Akankah dia bertahan pada idealismenya?
Buku yang bagus, ceritanya mengalir sederhana dan wajar. Mudah-mudahan proyek-proyek pembangunan apapun yang ada di Indonesia sekarang bisa berjalan lebih baik. Sehingga, tidak ada lagi bangunan yang umurnya hanya sampai 1 atau 2 tahun kemudian rusak. Tapi ngomong-ngomong, kenapa ya tol Cipularang kok sering jebol?