Category Archives: Film

The Little Prince

12065896_10208265668589333_1484272200727452431_n
Akhirnya film yang ditunggu-tunggu tayang juga :). Film yang diadopsi dari buku dengan berjudul sama ini mengisahkan seorang gadis muda yang kehidupannya diatur oleh sang Ibu. Suatu hari si gadis kecil berkenalan dengan tetangga barunya, seorang kakek mantan pilot yang baik hati. Melalui pertemanan dengan kakek ini si gadis muda menemukan dunia yang berbeda, dunia imajinasi penuh warna dan keindahan.

Apa menariknya film ini? Hm. Saya mengenal kisah Little Prince melalui buku yang dikenalkan partner. Tepatnya, partner adalah kolektor buku The Little Prince. Awalnya saya nggak mudeng dengan isi buku tersebut. Saya hanya menangkap sebagian makna dari buku tersebut. Tapi saya selalu penasaran dengan koleksi bacaan partner, dan Little Prince pasti lah sangat istimewa :).

Untuk saya, Little Prince mengingatkan bagaimana semustinya saya menjalani kehidupan sebagai orang dewasa yang tidak kehilangan kepekaan. Ketika manusia bertumbuh menjadi orang dewasa, kerap kehilangan imajinasi kanak-kanak, kebahagiaan dan keindahan yang begitu sederhana. Barangkali rutinitas telah melupakan orang dewasa, sehingga mereka menjalani hari dan kehidupannya tanpa memiliki makna. Orang dewasa bekerja demi sesuatu dan untuk memiliki sehingga setelahnya mereka baru bisa merasa bahagia. Anak-anak tidak begitu. Setiap hari mereka selalu penuh antusias, mereka bisa bahagia dengan melihat bunga-bunga bermekaran, burung beterbangan, dan hal-hal sederhana lainnya. Mereka berimajinasi dan penuh rasa ingin tahu. Orang dewasa kehilangan semua itu dikarenakan kesibukan. Orang dewasa beranggapan bahwa semua yang ada di sekitar mereka memang sudah sepatutnya begitu. Take it for granted. Bunga yang mekar, ikan di kolam, pohon yang menghasilkan bunga, atau kicauan burung-burung adalah hal biasa. Orang dewasa abai memperhatikan semua itu karena merasa ada yang lebih penting yang harus mereka pikirkan dan kerjakan.

Seperti dikatakan si gadis kecil kepada orang dewasa yang telah menawannya di film The Little Prince, “Aku akan tumbuh dewasa namun aku tidak mau menjadi dewasa seperti kalian.”

Setiap kanak-kanak pasti akan tumbuh dewasa. Kita bisa memilih untuk menjadi orang dewasa yang seperti apa. Kita bisa menjadi orang dewasa yang haus pujian, serakah, tak peduli, atau memilih menjadi seperti si Pangeran Kecil :).

Kalau saya menangkap isi buku The Little Prince seperti di atas tadi, maka partner ternyata memiliki banyak mata yang ia lihat dengan hati ;-).

Kata partner, Exupery mempersembahkan buku ini untuk anak-anak yang di dalamnya ia sisipi dengan metafor, juga beberapa kisah biografinya sendiri. Ia juga menceritakan kisah perang (Nazi) saat itu yang digambarkan dalam kisah pohon baobab. Baobab melukiskan benih kejahatan yang jika dibiarkan maka akan menghancurkan bumi.

Mendengar cerita partner tentang Little Prince bikin saya penasaran baca biografinya Exupery. Racun banget deh 🙂

The Martian

Jenis Film: Action | Adventure | Sci-Fi
Tanggal Rilis: 30 September 2015
Distributor: 20th Century Fox
Sutradara: Ridley Scott
Pemain Utama: Matt Damon, Kate Mara, Jessica Chastain, Kristen Wiig, Mackenzie Davis, Sean Bean, Sebastian Stan, Donald Glover, Jeff Daniels, Michael Peña, Chiwetel Ejiofor, Aksel Hennie, Naomi Scott

Sinopsis
The Martian adalah film yang diadopsi dari novel laris karya Andy Weir dengan judul yang sama. Film ini berkisah tentang seorang astronaut, Mark Watney (Matt Damon) yang diduga hilang dan tewas di Mars saat terjadinya badai besar. Bagaimana Watney bertahan hidup mempertahankan diri di planet yang tandus dan gersang dimana tumbuhan tidak bisa hidup? Bagaimana pula cara awak NASA di bumi berusaha membawa Watney kembali ke bumi?

Ulasan
Menyadari bahwa dirinya sendirian dan berada di tempat yang esktrim awalnya membuat Watney putus asa. Namun kemudian ia bertekad untuk bertahan hidup. Hal pertama yang dilakukannya adalah memikirkan cara menyediakan pasokan pangan. Untungnya, Watney adalah seorang botanis (ahli tumbuh-tumbuhan). Ia pun mulai membuat pupuk tanaman dari kotoran manusia. Nah, ini adegan yang menarik. Karena saya suka berkebun dan saya penasaran bagaimana Watney bisa memperoleh air untuk menyiram benih tanamannya karena berkebun tentu saja membutuhkan air, bukan? Sementara ia harus menghemat persediaan air.

Adegan Watney menyiapkan proses pembuatan pupuk seperti membayangkan persiapan saya membuat pupuk organik, bedanya saya menggunakan sisa tanaman, buah tidak layak konsumsi, isi perut ikan atau udang sebagai media utamanya :). Nah, ini dia cara si astronaut menciptakan air, ia membakar hidrogen. Darimana Watney memperoleh hidrogen?
Bahan bakar pesawat ruang angkasa menggunakan hidrogen untuk menghindari, salah satunya polusi. Di dalam film dikisahkan hidrogen mengkristal menjadi logam disebabkan udara yang dingin. Dan karena air adalah senyawa hidogen yang teroksidasi (terbakar secara kimia) maka yang dilakukan Watney adalah membakar hidrogen tersebut. Langkah pertama hidrogen yang dibakar meledak, kesalahan itu terjadi karena Watney salah membuat perhitungan formula. Berikutnya ia berhasil menciptakan air yang bermunculan di plastik rumah kaca untuk tanamannya. Benih-benih kentang yang ditanamnya kemudian memunculkan daun dan membuahkan hasil.
The Martian
Berikutnya, bagaimana Watney bisa menemukan cara mengirim sinyal ke bumi untuk memberitahukan dirinya masih hidup? Dengan angka biner dan kode ASCII Watney berhasil menghubungi bumi. Nah, yang belajar komputer harus tahu angka biner dan kode ASCII ya 🙂

Tim NASA dan tim ilmuwan internasional lainnya kemudian bekerjasama untuk mencari jalan menyelamatkan Mark agar bisa kembali ke Bumi.

Kisah Watney bertahan hidup di Mars tentu saja tidak terus mulus dan lancar. Namun berbekal semangat berjuang hidup untuk mempertahankan diri, kerja keras dan rasa humor yang ia miliki menguatkan Watney untuk pantang menyerah.

Maka, apa pesan moral dari film ini? Ilmu pengetahuan, teknologi dan berkebun adalah satu cara manusia untuk bertahan hidup, selain kecerdikan, kerja keras, kemauan untuk hidup dan rasa humor.

Film ini rasanya tepat menggambarkan bagaimana semua ilmu yang kita pelajari di sekolah saling terintegrasi.
Ilmu sosial dilukiskan dalam interaksi manusia-manusia di dalam film The Matrian, kalau dalam ilmu sosial istilahnya manajemen komunikasi :).

Jadi, percaya deh, jangan pernah meremehkan pelajaran apapun, karena semua ilmu saling terhubung, saling terkait untuk membekali manusia agar dapat berjuang mempertahankan hidup di bumi, planet terindah dan nyaman untuk ditempati bagi semua penduduk bumi.

update:
Berbeda dengan interstellar, film The Martian menyuguhkan kondisi-kondisi yang masuk akal. Maksudnya secara logika solusi yang ditawarkan atas peristiwa di film tersebut bisa diterima namun dengan tambahan tetapi. Apa tetapinya? prediksi yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang mungkin telah sampai pada masa itu.
Artinya, kalau teknologinya telah maju mengapa tidak? Begitu barangkali ya? 🙂

Sinopsis Interstellar

Film ini menggambarkan dunia masa depan yang tak lagi memiliki gairah atas ilmu pengetahuan karena saat itu masyarakat dihantui krisis pangan. Jagung adalah sumber makanan manusia kala itu.

Suatu hari, badai debu menerpa bumi. Cooper, seorang mantan pilot pesawat NASA menemukan pesan rahasia dalam bentuk binari pada sebaran debu di lantai kamar rak buku di rumahnya. Kode itu berisi koordinat sebuah tempat.
Murphy, putri Cooper, sering menyebut bagian rumah itu sebagai tempat berhantu karena ada fenomena aneh yang ia rasakan.

Cooper menyisiri koordinat yang ia peroleh sehingga mempertemukannya dengan Prof. Brand, Amelia Brand (putri Prof Brand), Romily (fisikawan) dan Doyle (ahli ilmu bumi). Prof. Brand berkeyakinan bahwa ada sesuatu yang mendorong Cooper untuk datang ke tempat rahasia yang ternyata adalah tempat dilanjutkannya proyek NASA untuk mencari planet lain untuk keberlangsungan hidup manusia.

Prof. Brand menawarkan Cooper untuk menjadi pilot bagi proyek mereka itu. Awalnya Cooper menolak tetapi panggilan untuk menyelamatkan generasi umat manusia membuat Cooper bergabung dalam proyek perjalanan ruang angkasa tersebut.
Prof. Brand menjelaskan bahwa dalam misi sebelumnya mereka telah berhasil menemukan 3 planet pilihan: Miller, Mann, dan Edmunds (nama orang yang menemukan planet alternatif). Untuk bisa mencapai planet tadi mereka menggunakan lubang cacing yang berfungsi sebagai jalan pintas. Lubang cacing atau wormhole itu terletak di orbit saturnus. Dan diperkirakan untuk mencapai wormhole itu diperlukan waktu 2 tahun.

Prof. Brand memberikan 2 rencana. Rencana A adalah menemukan planet lalu kembali ke bumi dan membawa umat manusia ke planet tersebut. Rencana B menemukan planet alternatif, menyebarkan benih ras manusia pada planet tersebut dan kembali membentuk kehidupan baru di planet baru.

Dibawah ini adalah diagram untuk memahami film interstellar. diambil dari blognya Kukuhtw di sini.
interstellar-diagram-6772_o

Bagaimana kelanjutan film dari para awak ruang angkasa melintasi ruang, waktu bahkan dimensi kelima? Silakan menonton sendiri ya :).

Sekarang, mari kita lihat bagian-bagian yang menarik dari film ini.

1. Paradoks waktu
2. Lubang cacing (wormhole)
3. Black hole (lubang hitam)
4. Semesta paralel

Dalam salah satu adegan dari perjalanan waktu ini ditayangkan ketika para awak pesawat ruang angkasa mempertanyakan siapa yang meletakkan lubang cacing (di sebuah tempat). Lalu, salah satu mengatakan, “mereka”.
Bisa jadi kita memiliki pertanyaan yang sama juga, “mereka” siapa? Makhluk alien?

Paradok Waktu.

‘Mereka” bisa jadi adalah anak keturunan umat manusia yang telah berhasil diselamatkan oleh para awak NASA ini dalam misi pencarian planet alternatif. Anak keturunan umat manusia ini kemudian membangun peradaban baru dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih maju. Dengan demikian hal-hal yang dulunya belum mampu diciptakan atau ditemukan oleh generasi awak pesawat NASA mampu diciptakan oleh anak keturunan mereka. Dengan cara itu maka anak keturunan ini juga yang barangkali menyelamatkan generasi pendahulunya dengan memindahkan lubang cacing untuk membawa pulang awak NASA.

Bingung? Nah, di atas adalah akibat yang ditimbulkan dari adanya perjalanan waktu. Perjalanan waktu adalah buah pikir ilmuwan dari Inggris, Stephen Hawking. Menurut Hawking, konsep perjalanan waktu memungkinkan untuk dilakukan. Hanya saja, perjalanan waktu tidak memungkinkan untuk mempertemukan dua buah entitas yang sama. Entitas di sini bisa manusia, objek atau apa saja yang dikategorikan sebagai materi. Larangan mempertemukan dua buah entitas itu yang disebut sebagai Paradoks.

Sederhananya, waktu tidak bergerak mundur. Misal, kamu pergi ke masa lalu, ketika Ayah Ibumu berpacaran. Lalu kamu memprovokasi agar Ayah dan Ibumu putus lalu mereka tidak menikah di kemudian hari. Lalu pertanyaannya, kamu anak siapa?

Rumit? Ya, perjalanan waktu bukanlah konsep pemikiran sederhana. Akan lebih masuk akal jika perjalanan waktu untuk melompat ke masa yang akan datang. Bukan masa depan sungguhan akan tetapi memanipulasi waktu seolah-olah melompat ke masa depan.

Waktu adalah relatif. Penentuan waktu ditentukan oleh banyak faktor, seperti gravitasi. Itu sebabnya waktu di planet bumi berbeda dengan di planet lainnya. Waktu di luar angkasa memiliki rentang yang lebih pendek daripada di bumi karena gravitasi di luar angkasa lebih rendah. Itu juga sebabnya orang yang ada di luar angkasa mempunyai umur yang sedikit lebih panjang daripada di bumi. Di film , Cooper digambarkan masih tampak muda ketika bertemu dengan putrinya yang telah menua.

Cooper beserta awak NASA lainnya membutuhkan waktu bertahun-tahun (dalam sudut pandang pengamat di bumi) dalam pencarian planet alternatif. Sementara bagi Cooper dan kawan-kawan mereka pergi tidak lama karena menggunakan bantuan lubang cacing dan lubang hitam (untuk memperpendek jarak) agar dapat bergerak dengan kecepatan luar biasa tinggi untuk sampai kepada planet-planet alternatif yang berjarak ribuan kilometer itu.

Hem, sepertinya pertanyaan di atas mengenai siapa ‘mereka’ jadi masuk akal ya? hehe.
Mereka bukan alien. Mereka bisa jadi adalah anak keturunan umat manusia juga dengan perkembangan teknologinya yang semakin maju di abad kesekian. Sementara bagi Cooper dan awak NASA barangkali mereka pergi tidak lebih dari 2-3jam saja. Nah, hal ini dipertegas dalam adegan film ketika para awak sampai di planet Miller dan mendapati kepingan pesawat miller yang masih tampak utuh. Dalam perhitungan waktu di bumi, peristiwa itu sudah lama terjadi, tetapi mengikuti waktu di planet tersebut, ternyata kecelakaan itu terjadi belum lama. Barangkali sekian menit sebelum pesawat Cooper mendarat di planet Miller.

Berikutnya, bagaimana menjelaskan fenomena getaran atau pun pesan-pesan yang dirasakan oleh Cooper dan sang putri? Landasan pemikiran apa yang bisa menjelaskan hal tersebut? Semesta paralel, kah?

Apakah alam semesta kita ini adalah satu-satunya di angkasa yang hingar bingar?
Beberapa literatur mengatakan alam semesta yang kita tinggali ini mungkin bukan satu-satunya di luar sana. Boleh jadi. alam semesta kita hanya salah satu bagian kecil dari jumlah tak terbatas alam semesta yang ada. Lalu, dalam alam semesta yang tak terbatas itu, bukankah tidak mungkin juga ada kehidupan lain yang sedang berlangsung selain di galaksi kita?

Di samping kehidupan yang kita kenal dan kita jalani sekarang, ada satu atau lebih kehidupan lain yang juga berjalan secara bersamaan dalam dunia paralel.

Ahli fisika Dr. Michio Kaku menggambarkan keberadaan semesta paralel seperti ini: Ada daerah luar kolam bagi seekor ikan yang tinggal di dalam sebuah kolam. Ikan tersebut tidak bisa melihat daerah luar kolam karena keterbatasan yang ia miliki. Demikian halnya dengan manusia, manusia belum bisa melihat alam semesta lainnya, barangkali kemajuan teknologinya belum sampai ke sana. Walau demikian, si ikan tau bahwa ada kehidupan lain di luar kolam dari getaran yang ia rasakan melalui gelombang di permukaan air kolam akibat tetesan air hujan. Getaran yang ia rasakan itu adalah gravitasi dan cahaya dari alam semesta lain.

Begitu pun yang dirasakan oleh Murphy dan sang Ayah, Cooper. Cooper berusaha mengirim pesan kepada putrinya yang berada di semesta lain, ketika ia sendiri terseret ke dalam lubang hitam.

Review saya di atas mungkin juga banyak ngawurnya, karena saya sendiri hanya menjadi penyuka sains awam. Mungkin juga tertular partner yang baik koleksi bacaan atau pun dongengannya aneh-aneh :). Bagi saya, sains selalu menarik, membuka pintu bagi ilmu pengetahuan baru dan membuka tabir rahasia semesta yang sangat luas ini.

Film dengan durasi hampir 3 jam ini memang membuat Anda tak bisa mengalihkan perhatian, bahkan sekedar untuk menyantap cemilan di dalam bioskop. Rasanya sayang melewatkan setiap adegan di dalamnya :).

Berikut adalah trailer dari film Interstellar.