Archive for the ‘Obrolan’ Category

Amazing Grace

Sunday, June 22nd, 2008

Akhirnya, Aku bisa juga punya CD Amazing Grace ini :). Ketemu secara tidak sengaja di sebuah toko musik kecil di Senayan City (Eh, itu bukan toko kecil ya? hehehe). Tapi, memang kecil kok tempatnya. Iseng masuk dan aku langsung takjub, karena CD Vienna Boys berjejer (tidak banyak sih, ada sekitar 3 CD, tapi itu sudah jauh lebih banyak dibanding yang lainnya. Karena yang lainnya memang nggak ada :) ). Wahh, tidak itu saja tapi ada juga Libera dan satu paduan suara anak-anak yang berasal dari Perancis. Dan, tentu saja donk aku agak lama di sana karena bingung memilih CD mana yang harus aku pilih. Penginnya sih semuanya, tapi budgetnya lagi terbatas nih :). Akhirnya pilihan dijatuhkan ke CD yang bertitle Amazing grace ini.

Ternyata pilihan itu tidak salah (menurut aku, tentu saja :) ). Semua musiknya enak banget. Ada sakura yang iramanya lembut. Hei, ini lagu favorit ibuku. Ibu ku bisa lho menyanyikan lagu ini. Ada Sur le pont d’avignon yang manis banget iramanya. Partner merusaknya dengan menyebutnya lolipop. Santa Lucia, lagu wajib waktu ikut kursus gitar klasik jaman dulu. Dan, Kalinka, yang musiknya lucu dan dinamis. Tak lupa, lagu Muss i denn zum Städtele hinaus (Dian, bagaimana mengejanya ya? :) ). Lagu ini sangat familiar ketika dinyanyikan oleh Elvis Presley, dengan Wooden Heart-nya. Ahh, nggak rugi deh pokoknya aku beli CD ini. Keren. Sepertinya lirik lagu nya bahasa jerman semua ya? ada Italia nya juga sih.

Ingin punya yang ini deh :).

Doa

Thursday, June 19th, 2008

Di suatu sore di puncak.

Murid: Bu,jika saya diberi umur panjang suatu hari nanti saya akan membuat sekolah. Saya akan menyiapkan buku-buku dan keperluan mereka belajar, gratis, Bu. Saya sedih waktu saya melihat di televisi banyak anak-anak yang untuk ke sekolah mereka harus berjalan jauh sekali. Tapi, mereka tetap bersemangat belajar.

Saya: (Terdiam sesaat). Ahh, if you know what i feel then..

Semoga kelak harapanmu terwujud, nak..

Pelepasan Siswa Kelas 9

Wednesday, June 18th, 2008

Sabtu lalu, sekolah kami pergi ke puncak dalam rangka perpisahan untuk siswa kelas 9. Hm, biasanya acara seperti ini memunculkan rasa haru tidak saja ke murid tapi juga guru. Tapi, bisa dibilang aku nggak pernah bisa nangis. Terharu sih iya. Seperti juga hari ini. Di akhir acara, kami semua berkumpul membentuk lingkaran. Diiringi dengan lagu kemesraan dan pesan-pesan dari seorang guru, siswa-siswa berjalan menuju barisan guru berkumpul. Satu persatu murid-murid bersalaman dengan guru mereka. Dan, ya, beberapa siswa mulai menitikkan air mata. Beberapa guru juga terlihat tidak mampu menutupi perasan mereka. Semua terhanyut oleh perasaan. Beberapa siswa ada yang memelukku, ada juga yang bersalaman biasa saja. Apa yang aku rasakan? Rasa kehilangan tentu. Saat itu aku juga mengingat kebiasaan beberapa murid-muridku ketika mereka menyalamiku. Aku mungkin tidak lagi mendengar sapa dan senyum siswaku, yang selalu menanyakan kabarku jika bertemu. ‘Apa kabar, Bu? Sehat, Bu?’. Hati-hati, Bu. Dan ucapan manis lainnya. Atau bahkan yang selalu memprotesku. Ibu doakan yang terbaik untuk kalian.

Aku Bisa

Monday, June 16th, 2008

AKU PASTI BISA
—————
By : AFI Junior 1

Kadang ku takut dan gugup
Dan ku merasa oh oh tak sanggup
Melihat tantangan di sekitarku
Aku merasa tak mampu

Namun ku tak mau menyerah
Aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah brani aku melangkah
Dan berkata aku bisa!

Aku bisa, aku pasti bisa
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal, tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba

Aku bisa aku pasti bisa
Ku tak mau berputus asa
Coba terus coba sampai ku bisa
Aku pasti bisa….

Lagi ingin menghibur diri sajalah :).

Kembali ke …. Kereta Api

Wednesday, June 4th, 2008

Naiknya BBM mau tidak mau berimbas pada kenaikan tarif jasa travel. Buat aku yang hampir setiap minggu bolak balik Bandung-Jakarta tarif Rp.70.000 (pasca kenaikan BBM) lumayan juga. Minggu lalu akhirnya aku putuskan mencoba naik kereta api lagi. Sampai sana, loket antrian sepi. Tapi, jangan bayangkan tiket masih banyak. Semua tiket habis terjual. Tinggal kelas ekonomi. Aku sampai stasiun jam 15.30 dan dapat tiket keberangkatan untuk jam 16.40. Wah, ramai euy stasiun. Mungkin semua orang mempunyai pikiran yang sama denganku ya? :). Terlalu lama juga kalau aku menunggu. Terpikir untuk mengembalikan tiket dan memilih ke gambir. Kali saja aku bisa mendapat jadwal keberangkatan lebih awal. Tapi, tak jadi, karena mendapat informasi dari kasir kalau semua tiket yang dijual di gambir habis. Kalau pun masih ada ternyata jadwalnya lebih malam. Bahkan ketika di kasir pun aku mendapati penumpang yang sudah tidak kebagian tempat duduk. Hm, kereta api menjadi primadona. Kembali ke masa-masa lalu.

Sebelum memutuskan naik kereta api aku sudah mencari informasi mengenai jadwal dan tarif KA Parahyangan di internet. Ada juga kontak CS nya. Oke. Aku coba telpon ke sana. Tak lama telepon diangkat. Semua pertanyaan dilayani dengan baik. Aku juga menanyakan bisa tidaknya pembelian tiket secara online. Ternyata, bisa tuh. Belum mencoba sih, tapi sepertinya boleh dicoba. Untuk pembelian secara online akan dibebankan biaya tambahan sebesar Rp. 7.000.

Hm, sepertinya kereta api akan kembali menjadi langgananku. Walau jarak tempuhnya masih 3.5 jam. Tak apalah. Paling tidak bisa lebih menghemat. Naik travel sesekali saja jika memang mengejar waktu (Memangnya waktu bisa dikejar? hehehe). Maaf ya travel, aku absen dulu sementara. Abis dikau naiknya nggak kira-kira.

Heran aja, kenapa travel yang memberikan harga khusus ke membernya itu kok naiknya gede banget ya? Kalau boleh menyarankan dengan status member naiknya mbok jangan banyak-banyak. Tambah 5000 aja masih ok. Kalau 10000? Wah.

Hidup itu..

Friday, May 30th, 2008

Hidup itu keras, bung’ kata entah siapa itu. Hidup semakin keras dan tidak lagi berpihak pada orang tak berpunya. Bukankah sejak dulu pun begitu? Cerita yang tidak pernah berubah.

Hei, Anda, siapapun itu. Tak bisakah sedikit saja membuka mata hati untuk merasakan kesulitan yang dirasakan oleh sebagian besar rakyat negeri ini? Bukankah hidup Anda terlalu berharga hanya untuk sekedar mengejar kenikmatan pribadi? Tidak bolehkah kami ikut merasakan keberuntungan yang Anda miliki?Ah, kami pantang meminta. Kami masih punya harga diri. Tapi kami lapar, tahukah kalian? Kami lapar..

——

Lelaki tua duduk terdiam di depan sebuah rumah. Matanya nanar menatapi orang-orang yang berlalu lalang di hadapannya. Sesiang ini belum juga perutnya terisi. Sosok pemilik rumah belum juga muncul. Sepertinya sepi. Ah, padahal dia sudah berharap dapat memotong rumput di pekarangan rumah itu. Tanaman liar sudah menjalar kemana-mana, rumputnya pun sudah tinggi. Keputusasaan tampak jelas di wajahnya yang tirus. Getar badannya pun tak sanggup melindungi tubuh tuanya yang ringkih. Ýah, aku pergi saja, batinnya. Mungkin besok pagi-pagi aku kembali. Dengan langkah yang gontai, lelaki tua itu pergi sambil sesekali menengok dan berharap seseorang memanggil namanya. Namun, sampai tubuhnya hilang dari pandangan, tak didengarnya suara apapun.

Didedikasikan untuk seorang bapak tua, yang sosoknya tak pernah terlupakan. Semoga Allah menjagamu selalu. Dalam diam dan kesendirianmu aku belajar arti perjuangan yang sesungguhnya.

Symphony No.5

Monday, May 26th, 2008

Sabtu kemarin diajak partner menikmati konser musik klasik di Balai Sarbini. Wah, nggak nyesel deh. Bagus banget. Pertunjukan dari Nusantara Symphony Orchestra ini menampilkan Symphony No.5 Beethoven dan cuplikan opera Carmen dari bizet. Symphony No.5 dari Beethoven tidak asing buat aku, tapi Carmen? Aku baru tau :). Setelah mendengar beberapa bagian musiknya aku ingat sesuatu, ini kan sound track dari film double deckers jaman aku kecil dulu? Film kesukaanku. Kok bisa ya? :). Dibuat opera? Wow, kalau melihat langsung ternyata opera bisa dinikmati juga. Cerita tokoh Carmen bisa dilihat di sini aja ya.

Ketipu

Friday, April 11th, 2008

Hari ini aku ketipu. Ternyata abis aku liat-liat si komentator iseng tadi spammer. Pantas aja kok nggak nyambung sama tulisan. Arghhh…. :)

Spammer seperti ini biasanya bersifat provokatif. Isinya memuji sekali atau mencela abis-abisan. Tapi link nya biasanya sh mencurigakan dan tidak sesuai dengan konteks. Spammer yang malang itu riwayatnya sudah berakhir di tangan akismet. Hehehe. Pelajaran moral hari ini, lain kali jangan terburu-buru ditanggapi komen orang lain. Cek and ricek dulu lah.

Kejujuran

Wednesday, April 2nd, 2008

Dulu sekali, seorang sahabat pernah mendefinisikan kejujuran. Jujur itu bukan kepada orang lain tapi jujur kepada diri sendiri. Kalau jujur untuk orang lain masih mungkin ada kebohongan di dalamnya. Jadi, cukuplah kejujuran untuk diri sendiri.

Hm, kenapa aku ingat ini ya? Karena ya, terlintas tiba-tiba. Dan mungkin juga karena kepala rasanya berat dan pusing. Serasa melayang-layang deh, kaya layangan putus :)

Friendship..

Wednesday, April 2nd, 2008

Don’t walk in front of me, I may not follow.

Don’t walk behind me, I may not lead.

Just walk beside me and be my friend (Albert Camus).

Apa arti persahabatan? Hm, jadilah teman yang sesungguhnya,  tanpa pamrih, tanpa tuntutan dan tanpa kebohongan di dalamnya.