Category Archives: Sejarah

Bangsa Dungan

Membaca sepenggal kisah orang Dungan di buku Garis Batas menerbitkan sepercik keingintahuan mengenai bangsa muslim Cina perantauan yang tinggal di negeri bekas Republik Uni Soviet, Kirgizstan ini.
800px-Dungan-Girls
dokumentasi: http://en.wikipedia.org/wiki/File:Dungan-Girls.JPG

Konon, 800 tahun lalu penyerbu Arab memasuki negeri leluhur mereka di tanah Tiongkok (Tiongkok adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang digunakan untuk merujuk pada Cina sebagai negara. Istilah Tiongkok dan Tionghoa berasal dari dialek Hokkian. Secara linguistik istilah Tiongkok dan Tionghoa hanya ada di dalam bahasa Indonesia[1] : sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok), di balik pegunungan Tianshan dan Pamir. Raja penguasa setempat ketakutan dan memutuskan untuk menikahkan putrinya dengan orang Arab untuk menghindari perang. Keturunan dari pernikahan ini menghasilkan bangsa Dungan, orang Cina yang beragama Islam. Karena itu mereka menganggap Arab sebagai Ayah dan Cina sebagai Ibu.
map_mountains_central_asia_small
dokumentasi: http://www.centralasiatravel.com/mountains_central_asia.html

“Bapak kami adalah Arab. Ia adalah agama kami, Islam. Ibu kami adalah Cina. Ia adalah bahasa kami, kebudayaan kami,” (halaman 212, Garis Batas).

Di negaranya sendiri, Cina, orang Dungan dikenal sebagai etnis Hui. Mereka tidak memiliki ciri khas yang membedakan dengan bangsa Cina Han lainnya, selain agama. Bangsa Hui adalah keturunan komunitas Muslim di Cina yang mengukuhkan diri pada zaman Dinasti Tang dan Yuan. Agama Islam di Cina dikenal dengan sebutan huijiao, yang artinya agama suku Hui.

Perang, pemberontakan dan penindasan menyebabkan bangsa ini sering berpindah-pindah demi mempertahankan keyakinannya. Alkisah, antara 1862 dan 1878 terjadi pemberontakan umat muslim Hui di bagian barat Cina, dipimpin oleh Yaqub Beg melawan penguasa Dinasti Qing, dinasti terakhir di Cina. Pemberontakan ini berhasil dipadamkan tetapi umat muslim Hui menjadi incaran kaisar. Maka, kelompok ini secara besar-besaran menuju perbatasan Rusia di seberang Sungai lli. Karena jika mereka bertahan di tanah kelahirannya sendiri maka bakal mati terbantai. Mereka yang berhasil mencapai perbatasan kemudian berganti nama menjadi Dungan.

Rusia, yang saat itu baru saja menaklukkan bangsa Kirgiz dan Kazakh menerima para pengungsi Muslim Cina ini dengan tujuan untuk menarik simpati kaum muslim Turkistan. Gelombang pengungsi menjadi semakin besar setelah Rusia dan Cina menyetujui perjanjian yang berisi pengakuan Rusia pada kekuasaan Cina atas daerah Xinjiang Uyghur. lli dikembalikan ke Cina, dan warganya diberi dua pilihan: hidup di bawah dinasti Qing yang memusuhi Muslim, atau meninggalkan tanah mereka untuk memulai hidup baru Rusia. Hidup di negeri orang tidak terlalu buruk sampai tahun 1930-an ketika Stalin berkuasa. Pada tahun itu banyak orang Dungan yang memutuskan kembali menyeberangi sungai kembali ke pangkuan Tiongkok.

Tahun 1961, pemerintah Soviet kembali membuka pintu gerbangnya bagi mantan warga negara. Ribuan orang Dungan menyeberang ke pangkuan tanah kelahiran. Kirgizstan. Kala itu Cina dilanda kelaparan hebat gara-gara program kolektivisasi pemerintah komunis yang menyebabkan sebagian besar warga Cina meninggalkan negerinya dan menyeberang ke Rusia.

Asal Usul nama Dungan
Begitu etnis Hui memasuki Uni Soviet, nama Hui tidak lagi dikenal. Konon, kata Hui berarti umpatan kasar dalam bahasa Rusia. Walaupun secara persisnya kata Dungan tidak diketahui, namun menurut sebuah literatur nama Dungan berasal dari bahasa Turki donen, orang-orang yang berbelok atau berpulang. Dalam bahasa Mandarin, Hui juga berarti “pulang”. Agama Hui, Islam, secara harfiah juga bisa berarti “ajaran untuk berpulang”. Nama Dungan mungkin juga berasal dari bahasa Mandarin, dong-gan, artinya provinsi Gansu bagian Timur, tempat asal nenek moyang etnis Hui.

sumber tulisan: Garis Batas, Agustinus Wibowo

Negara-negara Asia Tengah dari pecahan Uni Soviet

Mikhail Gorbachev, presiden Uni Soviet periode 1985-1991, melakukan perubahan besar-besaran dalam sistem perekonomian dan politik yang secara langsung dan tidak langsung memicu bubarnya Uni Soviet. Kebijakan glasnots (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi ekonomi) yang ia usung selain memberikan kesempatan yang lebih luas pada kebebasan dan demokrasi di dalam negeri juga mengancam keberadaan partai komunis.

Maka, kemudian lahirlah 15 negara pecahan baru dari Uni Soviet ini, yang dibagi menjadi beberapa kelompok, salah satunya

kelompok Asia Tengah, yaitu:

  • Tajikistan
  • Kirgizstan
  • Uzbekistan
  • Kazakhstan
  • Turkmenistan
  • Kelompok wilayah lainnya dapat dilihat di sini.

    Tajikistan adalah negara paling miskin dan menempati jajaran nomor sepuluh di dunia. Walaupun miskin ternyata rakyatnya pantang mengemis dan menggelandang. Paska perang sipil, kondisi negara ini semakin mengenaskan. Korupsi, kolusi, dan nepotisme pun tumbuh subur di kalangan pemerintah.

    Konon, dibanding negara stan asia tengah lainnya, Tajikistan termasuk yang paling religius. Namun demikian perlu diingat karena pengaruh komunisme yang membelenggu ratusan tahun membuat mereka tidak terlalu ketat beribadah.

    Rakyat Tajikistan beragama islam. Umat islam syiah sekte Ismaili Tajikistan tidak naik haji, dan nyaris tidak puasa. Haji mereka adalah menyediakan tumpangan dan makanan bagi musafir. Mereka meyakini bahwa menolong musafir itu wajib hukumnya. Mereka bersikap hormat dalam melayani tamu. Kendati miskin, mereka murah hati.

    Vodka atau minuman keras adalah minuman wajib mereka sebagai jalan keluar dari tekanan dan kesuraman hidup sehingga tingkat kriminalitas pun sangat tinggi.

    Berbeda dengan Kazakhstan, ini negeri yang berjaya dengan gemilang kemakmuran kapitalisme. Kazakhstan dan Kirgiztan, keduanya menggandrungi Uni Soviet. Sementara Uzbezkistan sangat anti Rusia. Kesusastraan merupakan warisan peradaban Uzbezkistan jaman antik. Sementara Turkmenistan diliputi nostalgia sosialisme utopistan.

    sumber: diadaptasi dari kisah Urbanisasi Kesadaran, buku Guru Gokil Murid Unyu.

    Jadi pengin baca buku Selimut Debu dan Garis Batas-nya Agustinus Wibowo. Kapan ke Gramedia ya? 🙂

    Ramayana

    Jadi, sabtu malam lalu kami memutuskan untuk meluangkan waktu menonton sendratari Ramayana di Prambanan, Jogyakarta. Awalnya, tujuan kami adalah pementasan indoor Ramayana sesuai saran kerabat yang juga menemani kami malam itu. Namun ternyata kami mengantre di loket yang salah, yang justru mendatangkan keberuntungan. Kami mendapatkan tiket untuk pementasan Ramayana Open Air Theatre yang konon hanya diadakan sekali dalam setahun. Wow, how lucky we are ^-^.

    Dibelakang panggung terbuka Trimurti tampak menjulang candi Prambanan bersinar keperakan di siram cahaya lampu. Cahaya bulan purnama menambah keelokan suasana malam itu. Trimurti adalah sebutan untuk tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma (Dewa Pencipta), Wishnu (Dewa Pemelihara) dan Siwa (Dewa Pemusnah).

    Pementasan diawali dengan keriaan di kerajaan Mantili, di mana sang raja Prabu Janaka sedang mengadakan sayembara untuk menentukan calon suami bagi putrinya yang cantik jelita, yaitu Dewi Shinta. Sayembara kemudian dimenangkan oleh Putra Mahkota kerajaan Ayodya yang bernama Rama Wijaya.
    photo(2)
    Sang Putra Mahkota Rama Wijaya beserta istrinya, Dewi Shinta disertai Leksmana (adik Rama) sedang dalam pengembaraan dan sampai di hutan Dandaka. Rahwana yang melihat Shinta kemudian berniat untuk memilikinya. Rahwana sebenarnya sangat memuja Dewi Widowati. Dan setelah melihat Shinta, Rahwana menganggap bahwa Shinta adalah titisan Dewi Widowati yang selama ini ia cari. Maka, Rahwana mencari akal. Rahwana mengubah seorang pengikutnya menjadi seekor kijang kencana untuk menggoda. Melihat keelokan kijang tersebut Dewi Shinta meminta Rama untuk menangkapnya. Rama berusaha untuk menangkap kijang tersebut dan meninggalkan Shinta bersama Leksmana. Karena Rama tak kunjung datang Shinta merasa cemas. Ia meminta Leksmana untuk mencari Rama. Sebelum meninggalkan Shinta, Leksmana melingkari Shinta dengan lingkaran magis untuk menjaga keselamatan Shinta. Rahwana yang telah mengetahui Shinta seorang diri berusaha untuk menculiknya. Namun usaha itu gagal karena lingkaran magis yang dibuat Leksmana. Rahwana mencari akal dengan mengubah dirinya menjadi Brahmana tua. Shinta yang melihat Brahmana tua itu merasa kasihan dan keluar dari lingkaran untuk memberikan sedekah. Pada saat itu Rahwana langsung menarik Shinta dan dibawa terbang ke Alengka.

    Rama berhasil memanah kijang, yang kemudian berubah menjadi Raksasa Kalamarica. Maka terjadilah peperangan antara mereka berdua. Rama akhirnya berhasil memanah Marica. Leksmana berhasil menyusul Rama dan mengajak untuk segera menemui Shinta.

    Perjalanan Rahwana membawa Shinta ke Alengka terhambat oleh seekor burung garuda bernama Jatayu. Jatayu ingin menolong Shinta yang dikenalinya sebagai putri Prabu Janaka sahabatnya. Namun sayang Jatayu dapat dikalahkan oleh Rahwana. Sementara itu Rama dan Leksama kembali ke tempat dimana Shinta ditinggalkan. Karena tidak menemukan Shinta maka mereka mencarinya. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Jatayu yang terluka parah. Rama yang mengira istrinya diculik oleh Jatayu hampir saja membunuh Jatayu. Untunglah Leksamana berhasil mencegah Rama. Jatayu kemudian menceritakan peristiwa yang sebenarnya sebelum akhirnya ia sendiri mati. Di tengah kesedihan itu, mereka bertemu dengan seekor kera putih yang bernama Hanuman. Hanuman diutus oleh pamannya Sugriwa untuk mencari dua satria yang dapat mengalahkan Subali. Sugriwa tidak dapat mengalahkan Subali, kakaknya yang sangat sakti yang telah merebut Dewi Tara kekasih Sugriwa. Rama kemudian membantu Sugriwa mengalahkan Subali. Dan atas jasa baik Rama, Sugriwa membantu Rama untuk mencari Dewi Shinta. Sugriwa meminta Hanuman untuk mencari dan menyelidiki negeri Alengka.

    Di negeri Alengka sendiri, kemenakan Rahwana Trijata sedang menghibur Shinta. Rahwana yang kesal karena Shinta menolak menjadi istrinya berupaya untuk membunuh Shinta. Namun niat itu dapat dicegah Trijata. Trijata meminta Rahwana untuk bersabar dan berjanji akan menjaga Shinta. Hanuman yang telah berhasil mengetahui keberadaan Shinta kemudian menyanyikan tembang sebagai isyarat kehadirannya dan menghadap Shinta untuk menyampaikan maksud kedatangannya. Untuk mengetahui kekuatan kerajaan Alengka, Hanuman mengobrak-abrik taman kerajaan. Karena kejadian itu, Hanuman ditangkap oleh Indrajid, putra Rahwana. Rahwana sangat marah dan hampir saja membunuh Hanuman namun dapat dicegah oleh Kumbakarna, adik Rahwana. Sayang, Kumbakarna diusir dari kerajaan Alengka karena dianggap menentang. Dan Hanuman dijatuhi hukuman dibakar hidup-hidup. Akan tetapi bukannya mati, dengan api itu Hanuman dapat membakar kerajaan Alengka. Hanuman kemudian menemui Rama.

    Setelah mengutus Hanuman, Rama Wijaya beserta kera-keranya mereka berangkat untuk membendung samdra sebagai jalan menuju Alengka. Usai membendung samudra, Hanuman datang untuk melaporkan keadaan dan kekuatan bala tentara Alengka. Kemudian Rama mengutus Hanuman, Anggodo, Anila, dan Jembawana untuk memimpin prajurit menyerang Alengka.

    Bala tentara yang sedang berjaga-jaga dikejutkan oleh serangan prajurit kera. Dalam peperangan itu Kumbakarna dan Indrajid gugur. Rahwana juga gugur terkena panah pusaka yang ditembakkan oleh Rama.

    Usai peperangan, Shinta, dengan diantar oleh Hanuman kemudian menghadap Rama. Namun Rama menolak karena menganggap Shinta telah ternoda selama di Alengka. Shinta kemudian dengan suka rela membakar dirinya untuk membuktikan kesucian dirinya. Shinta selamat dari api berkat kejujuran dan pertolongan dari Dewa Api. Rama pun menerima kembali Shinta dengan rasa haru dan bahagia.

    Oya, di tengah-tengah pementasan ternyata hujan mengguyur. Tidak lama dan deras sih tapi lumayan membuat sebagian besar orang meninggalkan tempat duduknya. Pesan moralnya: ada baiknya mempersiapkan untuk membawa payung sekedar berjaga-jaga.

    Ini beberapa cuplikan rekaman video amatir. Silakan menikmati.

    Rahwana terkena panah Rama Wijaya

    Republik Pertama di Dunia

    Apa yang terlintas mendengar nama Perancis disebutkan? Buat saya adalah:

    1. Asterix
    Komik kesukaan saya sejak kecil dengan dua tokoh utamanya, Asterix dan Obelix. Keduanya tinggal di sebuah desa yang bernama Galia, tepatnya di sebuah tepi pantai Armorik*. Di desa itu ada seorang dukun terkenal yang bernama Panoramix. Berkat ramuan ajaib buatan Panoramix penduduk desa tersebut memperoleh kekuatan super yang dapat digunakan untuk melawan tentara Romawi yang ingin merebut tanah mereka. Dengan kekuatan itu maka tentara Romawi yang dipimpin oleh Julius Caesar tidak pernah berhasil menaklukkan desa Galia.

    Cerita di atas adalah versi komik. Versi aslinya tentara Romawi berhasil menaklukkan Perancis.
    * dahulu adalah daerah Gallia kuno, sekarang dikenal sebagai Brittany atau Bretagne dalam bahasa Perancis (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Asterix)

    2. Marie Curie (Maria Sklodowska)
    Saya mengenal tokoh ini dari buku seri penemu dan tokoh ketika saya masih Sekolah Dasar. Bukunya tidak terlalu tebal. Marie Curie adalah wanita penemu radium. Mengingat Curie adalah mengingat dedikasi dan kerja kerasnya yang luar biasa untuk ilmu pengetahuan dan negara yang dicintainya. Curie sendiri adalah warga Polandia. Ia melanjutkan kuliah di Universitas Sorbonne. Paris adalah tempat yang memberikan kebebasan bagi Curie untuk belajar dan melakukan riset-riset ilmiahnya. Ia kemudian menikah dengan Pierre Curie. Saya pernah menulis resensi buku biografi Marie Curie yang diterbitkan oleh Navita di sini.

    2. Revolusi Perancis
    Entah kenapa yang memenuhi ingatan saya pada Revolusi Perancis adalah gambaran keributan, roti, dan tiang pisau guillotine. Saya malah lupa bahwa Revolusi Perancis menjadi awal pembentukan negara Republik, tidak hanya untuk Perancis tapi juga mengilhami negara-negara lainnya di dunia.

    Jadi, saya memutuskan membaca kembali peristiwa yang begitu bersejarah ini.

    Perancis adalah negara yang sebelumnya menggunakan sistem Monarki abslout, yaitu sistem pemerintahan di mana raja berkuasa penuh terhadap rakyat. Namun di abad ke-18 sebuah pergolakan terjadi, yaitu Revolusi Perancis. Saat itu rakyat sangat miskin dan kelaparan oleh karena banyaknya hutang serta pajak yang sangat tinggi yang dibebankan pada rakyat. Namun pihak kerajaan yang dipimpin oleh raja Louis XVI dan ratu Marie Antoinette masih dapat hidup bermewah-mewahan. Rakyat marah karena mereka bahkan tidak dapat membeli roti yang merupakan makanan pokok rakyat Perancis. Untuk bertahan hidup mereka mencuri, menjarah toko bahkan membunuh sesama. Akibatnya terjadilah kekacauan yang kemudian menjadikan Perancis sebagai negara republik.

    update: Raja Louis XVI dan ratu Marie Antoinette pada akhirnya dihukum pancung dengan alasan berkhianat kepada negerinya sendiri. Alkisah ketika di luar rakyat memberontak, raja Louis XVI sudah tidak dapat memimpin rakyatnya sendiri. Kemudian sang ratu, Marie Antoinette mengumpulkan kaum bangsawan dan meminta bantuan negara lain untuk mengatur penyerangan terhadap Perancis untuk mengembalikan kekuasaannya kembali. Namun di tengah pelarian sang raja dan ratu tertangkap. Rakyat yang awalnya sudah memaafkan raja menjadi marah mendengar pengkhianatan mereka dan memutuskan hukum pancung terhadap keduanya.

    3. Joan of Arc
    Joan adalah pahlawan negara Perancis dan orang suci dalam agama katholik. Joan dijuluki sebagai “Sang perawan”. Ia mengaku mendapat pencerahan dari Tuhan dan berusaha meyakinkan Charles VII untuk mengijinkan dirinya memimpin pertempuran dan merebut kembali bekas kekuasaan wilayah mereka yang dikuasai oleh bangsa Inggris dan Burgundi selama perang seratus tahun. Joan kemudian membuktikan bahwa ia tidak hanya berhasil melakukan pengepungan terhadap Orleans, sebagai tugas pertamanya namun berikutnya juga mengantarkan Perancis pada kemenangan-kemenangan. Namun ia tertangkap dan kemudian dengan alasan politis ia dituduh melakukan ajaran sesat dan akhirnya dihukum mati dengan cara dibakar. Abunya dibuang ke sungai Seine.

    Kisah Joan of Arc ini dapat dibaca di sini atau Anda bisa juga mencari filmnya.

    Tentu masih banyak hal menarik lainnya yang bisa kita pelajari dari sebuah negara beserta sejarahnya. Dan, jangan lupa, Perancis adalah negara Republik pertama di dunia loh :]
    Bendera
    Lambang Negara