<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cyber-Iin</title>
	<atom:link href="http://iin.enggar.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iin.enggar.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Oct 2009 14:58:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>tak suka</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2009/10/07/tak-suka/</link>
		<comments>http://iin.enggar.net/2009/10/07/tak-suka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 14:58:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iin.enggar.net/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[tak suka melihat kemunafikan di bumi ini.
Suara-suara dalam topeng kebaikan semu memamerkan keburukan di belakangnya.
saling berkejaran memburu simpati
yang kosong tanpa makna.
masih adakah dan terus ada
semua kebohongan itu.
tapi akan selalu ada kebaikan sejati
di tengah kehancuran sekalipun.
wujudnya yang sendiri senantiasa menghangatkan, untuk diri yang lelah dan sepi.
karena lakon tak pernah berhenti
dan perjuangan belumlah usai.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tak suka melihat kemunafikan di bumi ini.<br />
Suara-suara dalam topeng kebaikan semu memamerkan keburukan di belakangnya.<br />
saling berkejaran memburu simpati<br />
yang kosong tanpa makna.<br />
masih adakah dan terus ada<br />
semua kebohongan itu.<br />
tapi akan selalu ada kebaikan sejati<br />
di tengah kehancuran sekalipun.<br />
wujudnya yang sendiri senantiasa menghangatkan, untuk diri yang lelah dan sepi.<br />
karena lakon tak pernah berhenti<br />
dan perjuangan belumlah usai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iin.enggar.net/2009/10/07/tak-suka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kata</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2009/09/09/kata/</link>
		<comments>http://iin.enggar.net/2009/09/09/kata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 17:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iin.enggar.net/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Kenangan masa lalu itu memang muncul kembali. Kadang tak sengaja terucapkan, dan kemudian sadar bahwa semuanya berbeda. Tak ada yang salah, pun tak perlu kata andai. Hanya satu tanyaku, pernahkah dalam masa dan waktu aku tak bersamamu, kau pernah mengingatku, walau mungkin hanya sekejab?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenangan masa lalu itu memang muncul kembali. Kadang tak sengaja terucapkan, dan kemudian sadar bahwa semuanya berbeda. Tak ada yang salah, pun tak perlu kata andai. Hanya satu tanyaku, pernahkah dalam masa dan waktu aku tak bersamamu, kau pernah mengingatku, walau mungkin hanya sekejab?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iin.enggar.net/2009/09/09/kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hope</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2009/03/26/hope/</link>
		<comments>http://iin.enggar.net/2009/03/26/hope/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 05:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://iin.enggar.net/2009/03/26/hope/</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang ingin rasanya bisa jadi orang bebas yang bisa talk apapun dengan orang lain, tanpa perlu merasa khawatir bersalah. Bermimpi seandainya punya seseorang yang bisa merasakan apa yang aku rasakan tanpa harus menceritakannya. Berharap dan berdoa agar Allah swt akan dan selalu memberiku kekuatan. Bukankah aku tidak boleh runtuh oleh situasi atau oleh apapun?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang ingin rasanya bisa jadi orang bebas yang bisa talk apapun dengan orang lain, tanpa perlu merasa khawatir bersalah. Bermimpi seandainya punya seseorang yang bisa merasakan apa yang aku rasakan tanpa harus menceritakannya. Berharap dan berdoa agar Allah swt akan dan selalu memberiku kekuatan. Bukankah aku tidak boleh runtuh oleh situasi atau oleh apapun?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iin.enggar.net/2009/03/26/hope/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>where</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2009/03/18/where/</link>
		<comments>http://iin.enggar.net/2009/03/18/where/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 08:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://iin.enggar.net/2009/03/18/where/</guid>
		<description><![CDATA[Miss my best friend&#8230;
can i see u? can i talk with you again?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Miss my best friend&#8230;</p>
<p>can i see u? can i talk with you again?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iin.enggar.net/2009/03/18/where/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Patutkah?</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2008/11/15/patutkah/</link>
		<comments>http://iin.enggar.net/2008/11/15/patutkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 10:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://iin.enggar.net/2008/11/15/patutkah/</guid>
		<description><![CDATA[Boleh tidak menuliskan semua rasa di diary kita sendiri? Hm, tentu saja boleh. Tapi, benarkah? Ya, tentu saja. Kenapa memangnya? Tapi.. tapi, ah tak usah sajalah. Lho?
Aku ingin menikmati saja semua ini dalam hati. Kegetiran hidup tidak selalu harus dilalui dalam kesedihan berlarut-larut. Itu tidak bersyukur namanya. Di luar sana, kepedihan lebih nyata. Tak seharusnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Boleh tidak menuliskan semua rasa di diary kita sendiri? Hm, tentu saja boleh. Tapi, benarkah? Ya, tentu saja. Kenapa memangnya? Tapi.. tapi, ah tak usah sajalah. Lho?</p>
<p>Aku ingin menikmati saja semua ini dalam hati. Kegetiran hidup tidak selalu harus dilalui dalam kesedihan berlarut-larut. Itu tidak bersyukur namanya. Di luar sana, kepedihan lebih nyata. Tak seharusnya merasa lelah. Hidup toh harus diperjuangkan, bukan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iin.enggar.net/2008/11/15/patutkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rasa</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2008/11/04/250/</link>
		<comments>http://iin.enggar.net/2008/11/04/250/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 05:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://iin.enggar.net/2008/11/04/250/</guid>
		<description><![CDATA[Membaca berita di milis yang mengatakan banyak guru PNS yang selingkuh. Alasannya, mereka bilang sehari-hari lebih banyak ketemu rekan kerja dibanding pasangan masing-masing. Halah, hari gini gitu lho, masih bikin alasan yang sama seperti beberapa tahun silam. Nggak keren  . Jadi ingat, di sekolah ini ada isu santer yang berembus mengenai hal di atas. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca berita di milis yang mengatakan banyak guru PNS yang selingkuh. Alasannya, mereka bilang sehari-hari lebih banyak ketemu rekan kerja dibanding pasangan masing-masing. Halah, hari gini gitu lho, masih bikin alasan yang sama seperti beberapa tahun silam. Nggak keren <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Jadi ingat, di sekolah ini ada isu santer yang berembus mengenai hal di atas. Menanggapi isu-isu di atas, aku seperti biasa, tak ingin tahu. Itu urusan mereka lah.</p>
<p>Bagaimana aku menyikapi kejadian di atas, terutama jika terjadi padaku? Kalau sekedar disukai dan menyukai orang lain, pernah sih. Tapi, aku belajar menanggapi hal-hal seperti itu dengan candaan atau minimalnya kasih senyum hehehe aja <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Lantas, kalau ada orang lain menyukai suamiku, marahkah aku? Hmm, kenapa aku harus marah ya? Aku memilih tidak. Sesuatu hal yang manusiawi jika kita menyukai seseorang.</p>
<p>Aku ingat cerita seorang teman yang dilabrak istri temanku karena alasan pulang bareng. Duh. Tahu apa yang terjadi? Beritanya sampai ke seantero kantor. Malu jelas. Akibatnya, teman cowok itu malah dijauhi rekan-rekannya. Kasian kan? Ada banyak lagi cerita menarik yang sejenis. Waktu aku SMA, pernah ada dua teman cewek berantem (berantem beneran sampai jenggut-jenggutan rambut) gara-gara cowok. Satu sekolah ngeliatin. Pelajaran moral pertama buatku. Jangan pernah berantem gara-gara cowok, malu-maluin sangat.</p>
<p>Di tempat kerja aku juga belajar bagaimana seharusnya aku menyikapi suatu kondisi yang akan melibatkan banyak orang. Aku tidak pernah ikut campur urusan pertemanan suamiku. Dia layak punya teman seperti hal nya aku. Kami perlu bersosialisasi dan mempunyai komunitas dengan orang lain. Ini pelajaran moral nomor dua, yang aku peroleh saat aku kuliah. Teman-teman kuliahku dulu suka mendadak hilang setelah mereka punya pacar dan akan kembali kepada kami setelah bubar jalan dengan pacarnya. Saat itu aku berjanji dalam hati, kelak jika aku mempunyai pacar dan menikah, aku tidak akan melupakan teman-temanku. Dunia kita tidak hanya berdua, bukan?</p>
<p>Mengagumi dan dikagumi orang lain adalah hal yang wajar. Rasa suka kepada seseorang tidak pernah kita rencanakan. Namun demikian aku belajar bagaimana mengolah perasaan itu. Dimana aku harus menempatkannya pada sisi relung hatiku atau sebaliknya membiarkannya pergi. Terluka dan dilukai itu juga bagian dari kehidupan. Namun sesungguhnya luka itu tidak benar-benar menyayat jika kita bisa mengambil hikmahnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iin.enggar.net/2008/11/04/250/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thanks</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2008/11/01/thanks/</link>
		<comments>http://iin.enggar.net/2008/11/01/thanks/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 07:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://iin.enggar.net/2008/11/01/thanks/</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya sudah lama ingin menuliskan ini tapi ragu-ragu. Nah, karena sepertinya sudah banyak yang tidak mengunjungi blog ini jadi mending sekalian aja. Hehehe, alasannya nggak banget. Nggak ding. Bukan itu. Aku ingin berterima kasih kepada seseorang, yang dulu pernah menjadikan aku sahabatnya. Mungkin sekarang pun masih. Walau ada masa aku sangat terluka. Tapi berlalunya waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya sudah lama ingin menuliskan ini tapi ragu-ragu. Nah, karena sepertinya sudah banyak yang tidak mengunjungi blog ini jadi mending sekalian aja. Hehehe, alasannya nggak banget. Nggak ding. Bukan itu. Aku ingin berterima kasih kepada seseorang, yang dulu pernah menjadikan aku sahabatnya. Mungkin sekarang pun masih. Walau ada masa aku sangat terluka. Tapi berlalunya waktu aku menyadari bahwa dia sesungguhnya menyayangi aku. Sahabat sejati adalah orang  yang tidak membiarkan kita jatuh.  Aku mengerti dan memahami hal itu kemudian. Walaupun saat itu begitu banyak pertanyaan yang berkelebat dalam pikiranku.</p>
<p>Nah, aku tidak tahu apakah pernah pada suatu masa dia bertanya-tanya tentang keberadaanku. Atau bahkan mungkin mencariku? ge er benar <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Namun satu hal, terima kasih atas semuanya. Aku tidak marah pun kesal atas semuanya. Dari hati yang paling dalam, maafkan aku.</p>
<p>Duh, publish nggak? Ya sudahlah, publish aja. Sebelum melantur kemana-mana lebih baik diakhiri sampai di sini <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Hehehe.</p>
<p><em>To: someone in my previous life.<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iin.enggar.net/2008/11/01/thanks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Telat</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2008/10/29/telat/</link>
		<comments>http://iin.enggar.net/2008/10/29/telat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 09:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://iin.enggar.net/2008/10/29/telat/</guid>
		<description><![CDATA[Nggak enaknya kalo dapat jadwal ngajar pagi malamnya malah nggak bisa tidur. Jam pertama mengajar di sekolahku itu dimulai 6.40. Kebangun beberapa kali dan melihat jam. Hari ini aku sampai sekolah telat dikit. Malu-maluin nggak sih. Macet dan banjir gara-gara semalaman hujan, aku diturunin di tengah jalan sama tuh angkot. Kesel banget.
Benar aja baru sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nggak enaknya kalo dapat jadwal ngajar pagi malamnya malah nggak bisa tidur. Jam pertama mengajar di sekolahku itu dimulai 6.40. Kebangun beberapa kali dan melihat jam. Hari ini aku sampai sekolah telat dikit. Malu-maluin nggak sih. Macet dan banjir gara-gara semalaman hujan, aku diturunin di tengah jalan sama tuh angkot. Kesel banget.</p>
<p>Benar aja baru sampai di sekolah, guru piket langsung ngasih absensi dan buku siswa di kelas tempat aku mengajar. Duh, pasti tadi guru piket sudah keliling. Maafkan. maafkan. Padahal aku telat sekitar 8 menit an <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Tapi jelas ketahuan lah, karena anak-anak masuk jam 6.30. Sekitar 10 menit sebelum belajar mereka diharuskan ber-tadarus (untuk umat islam) dan .. apa ya duh lupa namanya (untuk yang beragama kristen). Tapi, benar deh kalau telat pas kita mengajar rasanya maluu banget. Padahal dulu waktu kerja di kantor, aku bisa cuek aja tuh <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Rekan guru juga bukan orang-orang yang suka ngurusin orang lain. Mereka tak pernah menyindir orang-orang yang telat, misalnya. Yang aku rasakan sih profesi guru kaya nya memang tepat buat orang seperti aku <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Aku jadi belajar berdisiplin. Hehehe.</p>
<p>Jadi nggak bisa donk bilang ke murid jangan telat ya nak. Lha wong gurunya aja telat kok.. hihihi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iin.enggar.net/2008/10/29/telat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Bareng Andrea :)</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2008/10/27/foto-bareng-andrea/</link>
		<comments>http://iin.enggar.net/2008/10/27/foto-bareng-andrea/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 06:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://iin.enggar.net/2008/10/27/foto-bareng-andrea/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya berhasil juga berfoto sama makhluk satu ini. Sayangnya, tak kubawa pula buku tetralogi laskar pelangi karangan Beliau  . Hore, satu lift juga. Duh, kok jadi deg-deg an gini ya  . Dengan malu-malu tapi mau, kuberanikan diri meminta doi membubuhkan tanda tangannya di tas souvenir hasil pemberian nonton bareng klub guru dengan laskar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya berhasil juga berfoto sama makhluk satu ini. Sayangnya, tak kubawa pula buku tetralogi laskar pelangi karangan Beliau <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Hore, satu lift juga. Duh, kok jadi deg-deg an gini ya <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Dengan malu-malu tapi mau, kuberanikan diri meminta doi membubuhkan tanda tangannya di tas souvenir hasil pemberian nonton bareng klub guru dengan laskar pelangi. Tak ada rotan akar pun jadilah. Nggak punya buku tas pun jadi sasaran. Nyatanya, ibu-ibu di sebelahku ikut-ikutan. Yeee&#8230; <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Ajak ngobrol nggak ya? Hitung kancing dulu. Ah, cuek deh. Dengan suara setengah tertahan, kataku &#8220;Kapan mas Andrea buku Maryamah Karpov nya keluar&#8221;.  &#8216;Bulan November ya&#8221;, jawabnya dengan tersenyum. Duh, ramah nian makhluk ini. Senyumnya&#8230; cckk..cckk&#8230; bikin klepek-klepek aja (hahaha). Ngomong apalagi ya? Duh, sial dia sama teman-temannya sih. Jadi ngebayangin: Andaikan aku sama dia aja berdua di dalam lift. Terus lift nya mati bentar aja <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Terus.. terus&#8230; wakakakakk (nggak ding, ini mah boongan, asli <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p>Yah, nih lift bentar banget sih kok tau-tau udah sampai. Ya, tak apalah setidaknya udah bisa foto dan minta tanda tangan. Berhubung tanda tangannya di atas tas, dengan hati-hati aku perhatiin tuh tas biar tinta pulpen nggak mbeleber kemana-mana.. hihihi.. segitunya. Pokoknya mah sepanjang jalan repot dan riweuh sama tuh tas <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Tak lupa sambil senyum-semyum (lha?senyum sama siapa? kkekekk). Sampai-sampai partner yang dari tadi menanyakan aku mau makan dimana, nggak aku jawab. Aku bilang sama dia, &#8220;dimana aja deh. Duh, nggak bisa jawab nih, lagi excited banget&#8221;. Doohh. Hehehe. Serasa abg aja aku <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Partner senyum sambil ketawa-ketiwi gitu. Pasti ngetawain aku ya? *melirik dengan kejam*.  Ah, biar ah. Pokoknya hari ini mau nyanyi lagunya dora. Berhasil..berhasil&#8230;yeeahh <img src='http://iin.enggar.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iin.enggar.net/2008/10/27/foto-bareng-andrea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenuh</title>
		<link>http://iin.enggar.net/2008/10/22/jenuh/</link>
		<comments>http://iin.enggar.net/2008/10/22/jenuh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 16:05:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Enggar</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://iin.enggar.net/2008/10/22/jenuh/</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba merasa jenuh untuk mengajar. Kangen sama murid-murid kecilku dan murid-murid di SMPT, dulu. Mengikuti mood itu tidak baik, i know. Tapi, praktiknya susah euy. Apa yang berbeda murid-muridku sekarang dengan yang lalu-lalu? Banyak. Tapi tak baik juga membandingkan. Rasanya mengajar murid-murid yang sekarang kok lebih berat ya. Walaupun aku berusaha untuk tidak menjadikan beban. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiba-tiba merasa jenuh untuk mengajar. Kangen sama murid-murid kecilku dan murid-murid di SMPT, dulu. Mengikuti mood itu tidak baik, i know. Tapi, praktiknya susah euy. Apa yang berbeda murid-muridku sekarang dengan yang lalu-lalu? Banyak. Tapi tak baik juga membandingkan. Rasanya mengajar murid-murid yang sekarang kok lebih berat ya. Walaupun aku berusaha untuk tidak menjadikan beban. Tapi rasanya tidak cair seperti dulu. Apakah mungkin karena jumlah anak yang terlalu banyak di kelas, sehingga tidak memungkinkan aku dan mereka untuk saling berinteraksi? Sepertinya itu memang salah satu pemicu juga.</p>
<p>Mengajar di sini memberikan gambaran padaku bahwa seperti inilah kebanyakan kondisi pendidikan di Indonesia. Dan aku sepenuhnya merasa gagal menyesuaikan diriku dengan situasi dan kondisi lingkungan seperti ini. Namun pada saat yang bersamaan, aku berusaha meyakinkan diriku bahwa aku tidak sepenuhnya gagal. Aku masih bisa mencoba memperbaiki semuanya, mudah-mudahan.</p>
<p>Ayo, semangat.. semangat&#8230; (duh, bisa semangat nggak sih?)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iin.enggar.net/2008/10/22/jenuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
