Ops, ada angin apa aku nulis tentang ini? Hehehe. Tulisan ini didedikasikan untuk teman-teman yang pernah merasa bertanya-tanya masalah ini ke aku. Impian setiap anak muda untuk menikah, bersama selalu setiap waktu bersama pasangan, dan lain-lain :). Pertanyaan yang sering muncul: kok bisa jauh-jauhan? Nggak takut suaminya selingkuh? Udah berapa tahun hubungan long distance gitu? bla bla bla lagi :).
Pertama, walaupun manusia sudah menikah masing-masing tetaplah sebuah individu. Setiap individu itu mempunyai kebutuhan untuk terus berkembang. Yang kalau menurut hirarki kebutuhan hidup nya Maslow dikenal dengan aktualisasi diri.
Dan karena salah satu pertimbangan di atas maka aku memutuskan untuk tetap bekerja. Dan karena sekali lagi kesempatan itu adanya di kota yang lain, maka dengan ijin serta restu dari dia aku mengambil kesempatan yang ditawarkan. Aku bukan istri yang baik karena tidak mengurusi suami? Ya, orang lain boleh komentar apa saja :). Bukan berarti aku tidak pernah mencoba untuk menjadi istri yang baik itu ;-). Pernah keluar dan memutuskan pindah ke kota dia. Tapi, sungguh deh nggak bertahan lama. Dampak ke dalam diriku juga tidak terlalu baik. Akhirnya, aku kembali bekerja dan lagi-lagi Jakarta lah yang mau menerimaku. Tentu kita semua mempunyai cara pandang yang berbeda dalam merunut berbagai permasalahan.
Takutkah aku kalau dia selingkuh? Nggak. PD atau sombong? hehehe, jangan salah. Aku tidak mau memaksa orang yang memang sudah tidak menyayangi aku lagi. Membiarkan dia pergi dan memilih orang lain yang menurut dia lebih baik tentu menyakitkan tapi masih lebih baik jika hubungan dipertahankan hanya untuk suatu kepura-puraan. Tidak ada sesuatu pun yang kekal di dunia ini. Kekecewaan, kesedihan, kehilangan, ketakutan, semuanya mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu atau seorang pun yang layak dijadikan gantungan dalam hidup. Hanya tuhan, Allah swt, tempat kita bergantung. Lagian menurut aku konyol aja kalau ada yang menyarankan agar kita selalu mengawasi pasangan kita. Kurang kerjaan bener :). Mungkin suka nongkrong nonton sinetron maka bawaannya curiga melulu.
Berapa lama aku sudah menjalani hubungan long distance ini? Hm, ada kali 10 tahun. Diantara tahun tersebut ada 1 tahun dimana aku dan dia benar-benar tidak bersama. Karena dia harus melanjutkan sekolah ke negara nya elizabeth. Berat? Ya iyalah, masa ya iya donk :). Bohong banget kalau dibilang tegar ;-). Well, sampai hari ini kami masih berjauh-jauhan. Dan mensyukuri nikmat -Nya karena kami masih diberi kesempatan untuk selalu bersama.
Dan kalau ada orang yang bertanya apa resepnya kami bisa bertahan walau jarak memisahkan, hmm, aku nggak punya jawabannya. Semua nya kami jalani saja, mengalir dan apa adanya.