Category Archives: Uncategorized

John Atanasof

Inilah satu tokoh inovator yang nyaris terlupakan dalam sejarah perkembangan komputer. John Atanasof lahir pada 1903 dari pasangan imigran Bulgaria dan wanita keturunan yang paling lama tinggal di England. Ayahnya bekerja sebagai insinyur di pembangkit listrik New Jersey yang dikelola oleh Thomas Edison. Ibunya pernah menjadi guru matematika. Sejak kanak-kanak dia sudah belajar algoritma dengan serius dan ketekunan yang terkesan sinting. John Atanasof tertarik dengan jangka sorong yang diberikan ayahnya ketika ia membantu sang ayah menyambungkan listrik. Menamatkan SMA dengan meraih semua nilai A.

Kegemarannya mengotak-atik membuat Atanasof sering menghabiskan waktu di lab mesin milik universitas. Ia menerima beasiswa untuk menempuh studi dan riset magister di bidang matematika dan fisika di universitas Iowa dan diterima di Harvard, namun ia memutuskan untuk bertahan di Ames, yang merupakan kota pedalaman Amerika, yang lebih terkenal dengan produksi jagung daripada cendekiawannya.

Sama seperti para pelopor komputer lain, ia ingin mencari cara supaya perhitungan matematika yang itu-itu saja dapat dikerjakan secara lebih praktis dan cepat. Ia memutuskan untuk membuat komputer.

Mesin Atanasof dirancang dan diprogram untuk satu tujuan: menyelesaikan lebih dari satu persamaan linear secara simultan. Pembuatan mesin ini mendapat bantuan dan hampir rampung pada september 1942. Namun terdapat masalah bahwa mekanisme penghasil bunga api untuk melubangi kartu tidak kunjung berhasil diciptakan.

Komputer Atanasof yang semustinya bisa menjadi terobosan penting nyatanya ditakdirkan masuk tong sampah, baik dalam arti harfiah maupun kiasan. Mesin ini nyaris terlupakan namun sebuah peristiwa menyelamatkan Atanasof dari kuburan sejarah.

Yang menarik dari kisah Atanasof ini adalah karena ia adalah penemu tunggal. Berbeda dengan sebagian besar inovator pada era digital, Atanasof bekerja sendiri dengan hanya ditemani asistennya. Barangkali akan berbeda ceritanya jika Atanasof bekerja di Bell labs, di tengah banyak teknisi, insinyur serta mekanik atau di universitas besar dengan banyak para cendekiawannya. Kesendirian Atanasof menjadi titik kelemahnnya, karena di sekelilingnya tidak ada orang yang mampu memberikan masukan atau membantu memecahkan tantangan teoretis ataupun teknis.

Namun itu adalah daya tarik Atanasof sebagai penemu karena ia mengotak-atik kreasinya sendirian di ruang bawah tanah hanya ditemani oleh rekan mudanya, Clifford Berry. Kisahnya membuktikan bahwa amat sukar untuk menjadi penemu yang seperti itu. Sama dengan Babbage yang juga bekerja sendirian, Atanasof gagal membuat mesin yang berfungsi seutuhnya. Namun penemuan Atanasof telah mendorong perkembangan komputer ke depan.

Selain komputer Atanasof banyak menciptakan penemuan-penemuan baru.

Kisah Atanasof membuktikan bahwa kerja tim adalah penting. Itu sebabnya mengapa nilai-nilai keterampilan hidup seperti kolaborasi, komunikasi perlu dilatih dan dikembangkan.

Review dari buku The Innovators, Walter Isaacson

Ada Apa dengan Masyarakat Kita?

Kasus rusaknya kebun amaryllis banyak disorot di sosial media dan juga media. Banyak kemudian komentar baik secara langsung atau tidak langsung menghakimi perilaku anak-anak muda Indonesia saat ini. Etika anak-anak ini lalu dipertanyakan. Jauh dari kasus kebun bunga, saya seringkali menarik nafas sekaligus miris melihat perilaku beberapa anak-anak saat ini. Sekali lagi, tidak semua. Saya percaya bahwa membuat generalisasi terhadap segala hal adalah sikap yang ngawur.

Oke, balik ke kasus amaryllis, ada fenomena menarik mengenai mengapa masyarakat kita abai terhadap kepatutan. Maksud saya, coba amati hal-hal kecil di sekitar kita. Pernah memperhatikan anak muda yang cuek saja ketika ada orang tua dengan susah payah membuka pintu supermarket misalnya? Atau sekelompok anak muda yang asyik berjalan di mall beriringan tanpa menyadari menutup jalan orang lain? Atau, ah banyak deh. Coba amati. Saya pernah berdiskusi dengan partner. Saya sering merasa tak habis pikir bagaimana anak muda seringkali cuek terhadap hal-hal seperti itu. Ada apa dengan mereka?

Nah, partner bilang, anak-anak itu tidak tahu. Kita tidak bisa menyalahkan mereka 100%. Mereka melakukan itu karena tidak pernah diajarkan berpikir kritis. Jika anak dibiasakan berpikir kritis, maka setiap tindakannya akan didasarkan pada analisa. Sebelum melakukan sesuatu ia akan selalu bertanya kepada dirinya, apakah dampaknya jika ia melakukan ini? Apakah betul yang akan ia lakukan, bagaimana dampaknya kepada orang lain? dan sebagainya. Ia tumbuh menjadi anak yang tidak sekedar ikut-ikutan, ia akan meneliti setiap masalah yang dihadapinya.

Proses berpikir kritis memang harus dilatih sejak dini. Dikutip dari Parents Guide Magazine.

Berpikir kritis adalah cara berpikir logis, dimana kita memecah-belah suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil serta menganalisanya. Bagian dari berpikir kritis adalah: kemampuan menggolongkan, memilah, membandingkan persamaan dan perbedaan (Church, 1993). Beberapa ciri anak yang berpikir kritis adalah: penuh rasa ingin tahu dan ingin menjelajah/bereksplorasi.

Berpikir kritis penting bagi setiap manusia karena itulah modal untuk pemecahan masalah, dimana masalah adalah hal yang pasti dihadapi manusia sepanjang hidupnya. Kemampuan menganalisa masalah membantu kita meneliti penyebab masalah, kemudian mencari solusinya.

Nah, jika tidak ingin generasi kita tumbuh menjadi orang yang egois, tidak punya rasa peduli, apatis terhadap lingkungan dan terhadap apapun mulailah membiasakan anak-anak untuk berpikir kritis.

Dan mengutip artikel di Parents Guide, “Mari kita bantu anak-anak kita agar berpikir kritis sejak dini, dengan juga mempraktikkan pola pikir kritis dalam diri sendiri. Bagaimanapun anak paling banyak belajar dari orang-tuanya melalui contoh!.”

Sudah kah Anda menjadi panutan bagi anak Anda sendiri? 🙂

Ada Lovelace dan Perpaduan Seni dengan Sains

MTE4MDAzNDEwODQwOTQ2MTkw
dokumentasi dari sini

Ada Lovelace adalah putri pasangan Lord Bryon, seorang penyair dan Annabella Milbanke. Annabella berasal dari keluarga kaya dengan berjibun gelar. Semenjak belia Annabella memperoleh pelajaran matematika. Byron adalah laki-laki rupawan, menggoda, galau, pemurung, dan senang berganti-ganti pasangan. Ia dipuji oleh para penggiat dan penggila sastra di London. Perkawinan antara Byron dan Annabella pada akhirnya tidak dapat dipertahankan ketika Annabella mengetahui sang suami berselingkuh dengan kakak tirinya. Ia pergi dan membawa Ada, putri satu-satunya. Demi menghindari Ada menjadi seperti ayahnya, Lady Byron menyuruh putrinya tekun belajar matematika, seolah-olah matematika merupakan obat penawar imajinasi puitis nan beracun.

Ada memiliki emosi pasang surut secara dramatis, kegembiraan yang membuncah secara tiba-tiba berubah menjadi kesedihan dalam sekejab (yang diwariskan dari ayahnya). Ia juga menderita berbagai penyakit, baik secara fisik maupun psikologis.

Ada akhirnya menerima keyakinan ibunya bahwa karakter turunan Byron dapat dijinakkan dengan menceburkan diri ke dalam matematika. Pada usia 18 tahun Ada memutuskan untuk mempelajari cabang-cabang matematika secara lebih giat ketika ia terinspirasi Mesin Selisih Babbage.

“Saya harus berhenti menginginkan kehidupan yang tujuannya semata-mata demi mencari kesenangan atau memuaskan diri sendiri. Saya merasa satu-satunya cara untuk mengendalikan imajinasi saya yang liar ialah dengan mempelajari kajian ilmiah secara seksama dan sungguh-sungguh…Yang pertama tebersit di benak saya ialah belajar matematika.” (halaman 7. The Innovators).

Matematika adalah obat mujarab yang diyakini oleh Ada dan tutornya untuk menyembuhkan siapa saja dari gairah artistik dan romantis yang berlebihan.

Minat Ada terhadap teknologi tumbuh saat ibunya mengajak berkeliling kawasan industri Britania untuk melihat berbagai pabrik dan mesin anyar. Ada sangat terkesan dengan mesin tenun otomatis yang menggunakan kartu berlubang untuk menghasilkan kain dengan motif tertentu.

Ketertarikan Ada terhadap sains terapan semakin dalam ketika bertemu dengan Mary Sommerville, matematikawan dan ilmuwan terkemuka Britania. Sommerville menjadi teman, guru, dan mentor bagi Ada. Ada juga meminta kesediaan Babbage menjadi tutornya namun Babbage menolak. Keputusan itu ternyata justru membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih pada masa mendatang.

Ada bukan seorang matematikawan yang hebat namun ia murid yang antusias, mampu mencerna konsep-konsep kalkulus paling mendasar, dan berkat pembawaannya yang artistik, gemar memvisualisasikan kurva naik-turun yang dijabarkan persamaan matematika. Kemampuan Ada mengapresiasi keindahan matematika merupakan anugerah yang jarang dimiliki, termasuk oleh mereka yang menganggap diri cendekiawan. Ada menyadari bahwa matematika adalah bahasa yang indah, bahasa yang dapat menggambarkan harmoni semesta dan adakalanya puitis.

Kendati ibunya sudah berusaha keras, Ada tetaplah putri ayahnya. Berkat sensibilitasnya yang puitis, Ada dapat memandang suatu persamaan sebagai sapuan kuas yang menggambarkan kemegahan alam, sebagaimana dia bisa memvisualisasikan “laut merah anggur” atau wanita yang “berjalan secantik malam”.

Bagi Ada, matematika memiliki unsur spiritual. Matematika “adalah satu-satunya bahasa yang memadai untuk mengekspresikan fakta-fakta penting mengenai alam semesta” dan matematika memungkinkan kita untuk menggambarkan “perubahan relasional” yang terjadi di jagat raya. Matematika merupakan “instrumen bagi pikiran manusia yang terbatas untuk membaca karya Penciptanya secara paling efektif”.

Dalam sebuah esainya Ada menulis, “Apa itu imajinasi? Imajinasi adalah keterampilan untuk meramu; kemampuan untuk meracik aneka hal, fakta, ide, dan konsepsi sehingga menghasilkan kombinasi anyar yang orisinal dan beragam…Imajinasi adalah teropong untuk melihat yang tak kasat mata di sekitar kita, teropong dunia sains.” (hal 11)

Dan Ada membuktikan bahwa imajinasinya yang meletup-letup melampai semua orang di jamannya. Ada mampu melihat masa depan yang diangankannya dalam Mesin Analitis Babbage. Bagi Ada, mesin tersebut tidak hanya mampu untuk menghitung angka dan menjalankan operasi matematika (seperti keinginan Babbage) namun juga berpotensi untuk memproses notasi simbol apapun, termasuk notasi musik dan artistik.

Terinspirasi penggunaan aljabar dalam logika formal yang diajarkan oleh tutornya de Morgan, Ada menegaskan bahwa pada prinsipnya Mesin Analitis bisa menyimpan, memanipulasi, memproses dan menindaklanjuti apapun yang dapat diekspresikan sebagai simbol, entah itu kata, logika, musik, ataupun yang lain-lain.

Pemahaman di atas merupakan konsep inti yang menggerakkan abad digital: konten, data, atau informasi apa saja-musik, teks, gambar, bilangan, simbol, suara, video-dapat dieskpresikan dalam format digital dan dimanipulasi oleh mesin. Konsep inilah yang luput dari pengamatan Babbage yang fokusnya tercurah semata-mata hanya pada bilangan.

Kontribusi Ada untuk era digital memang spektakuler sekaligus inspiratif, walau untuk mewujudkan itu dibutuhkan waktu seratus tahun.

Diadaptasi dari buku The Innovators.

Kumpulan Larik

Huruf. Kata. Kalimat. Saya menyukai kata-kata. Barangkali itu sebabnya saya betah berlama-lama membaca :). Apalagi kalau penulis buku yang saya baca pandai meramu jalinan kata. Kahlil Gibran mungkin salah satu penulis yang membuat saya jatuh cinta pada puisi dan sajak. Karya penyair ini sudah saya baca sejak SMA. Saya punya banyak koleksi buku Gibran yang beberapa diantaranya masih saya simpan sampai sekarang. Mungkin juga kebiasaan membaca novel-ovel sastra berperan serta mempengaruhi kesukaan saya pada karya penulis Lebanon ini.

Bicara tentang puisi, saya juga suka corat-coret bikin puisi:). Layak tidaknya disebut puisi tidak perlu diperdebatkan ya, karena koleksi puisi yang saya buat ini sekedar melatih saya untuk meracau kata-kata :).

Enjoy 🙂

larik

Sandi

Hari ini materi kelas XI adalah Kriptografi. Setelah menayangkan film The Initation Game dan menjelaskan mengenai ilmu penyandian, salah satunya Kriptografi, saya memberikan URL games yang dapat anak-anak mainkan. Games berisi kode rahasia yang harus mereka pecahkan. Jadi, anak-anak belajar meng-enkripsi dan dekripsi sebuah pesan melalui permainan.

Awalnya, saya arahkan anak-anak sampai mereka kemudian mengambil alih permainan ;-). Saya senang memberikan murid-murid kesempatan untuk mereka tampil. Dari situasi seperti ini saya bisa mengamati beragam kecerdasan yang muncul dari setiap anak. Anak yang kemampuan analitiknya tinggi akan memimpin di permainan-permainan yang membutuhkan kemampuan bernalar. Anak dengan rasa estetika akan unggul di pelajaran seni yang membutuhkan kreatifitas dan daya imajinasi.

Saya membiarkan mereka saling berdebat, berdiskusi dan ada kalanya sedikit bersitegang. Menariknya, selalu juga ada anak-anak yang muncul sebagai penengah :). Mengasyikkan :). Lalu, saya di mana? Hehe, saya menempatkan diri sebagai teman mereka, kadang sebagai penggembira, ikutan berpikir dan mengeluarkan pendapat walau kadang salah juga.. hahaha. Tapi itu lah menariknya, saya tak harus menjadikan diri saya sebagai orang yang lebih tahu. Saya seperti mereka juga, yang belajar dari manapun, dan siapapun. Jadi, mari kita belajar bersama-sama, Nak 🙂

Umar pun Dimarahi Istri

Suatu hari, seorang pemuda datang ke rumah Umar untuk mengadukan akhlak buruk istrinya. Setibanya di rumah Umar, ia mendengar istri Umar sedang memarahi Umar, sementara Umar tidak menjawab sepatah kata pun. Akhirnya pemuda ini mengurungkan niatnya. Ketika ia hendak berbalik pulang, Umar baru saja keluar dari pintu rumahnya. Umar pun memanggil dan menanyakan keperluan pemuda tersebut.
“aku datang kepadamu hendak mengadukan keburukan akhlak istriku terhadapku. Tetapi, setelah aku mendengar sikap lancang istrimu kepadamu dan engkau diam saja, aku jadi urung melaporkan keadaanku.”

Mendengar pengakuan jujur pemuda itu, Umar tersenyum seraya berkata,”Wahai Saudaraku, istriku telah memasak makanan untukku. Dia juga telah mencuci pakaianku, mengurus urusan rumahku, dan mengasuh anak-anakku. Maka, bila ia berbuat satu-dua kesalahan, tidaklah layak kita mengenangnya, sedang kebaikan-kebaikannya kita lupakan.”
(Sumber: The Great of Two Umars, halaman 212).

Tahukah Engkau Apa Arti Takwa?

Suatu hari, Umar bertanya kepada Ubay ibn Ka’ab,”Tahukah engkau apa arti takwa?”
Ubay balik bertanya,”Tidak pernahkah engkau melewati jalan berduri?”
“Tentu pernah,” jawab Umar
Ubay bertanya lagi,”Apa yang engkau lakukan?”
Umar menjawab,”Kusingkirkan duri itu. Jika tidak bisa, aku akan menghindari duri itu dan terus berjalan.”
“Itulah takwa,” jelas Ubay

(sumber: The Great of Two Umars, halaman 159. Fuad Abdurrahman)

Doa Ketika Kamu Bersedih

10931269_10206020931192301_2660029374173153936_n

Kenang-kenangan dari seorang gadis Qatar di perjalanan umrah kemarin. Dia bilang ini bacaan doa kalau kita sedang sedih.

Bagaimana membacanya? Baca huruf Arab yang biasa saya pun masih tertatih-tatih. Lebih sering membaca latin dan terjemahannya. Solusinya, pertama tanya Ibu. Kedua, coba share di sosial media ah :).

Nah, akhirnya mendapat kata kunci dari rekan di sosial media. Saya bagi di sini semoga juga bisa bermanfaat.

La ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin.

Tidak ada tuhan selain-Mu. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku ini sudah berlaku zalim… (Doa Nabi Yunus).

Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka.

Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

Banyak sekali doa yang menenangkan di dalam al-qur’an. Silakan dibaca-baca 🙂

Oya, sebenarnya ada satu lagi doa yang dia berikan, yaitu bacaan doa untuk orang meninggal. Sayangnya, doa itu terjatuh entah dimana.

Baru terlintas di benak saya hari ini, mengapa 2 bacaan doa itu yang dia berikan kepada saya. Atau barangkali dia memang menyimpan bacaan doa-doa itu di tas nya. Saya tidak tahu persis isi bacaan doa kematian yang ia berikan. Tetapi saya pernah mengingat kalimat yang menyerukan agar manusia mengingat mati. Dari hasil browsing:

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan’, yaitu kematian. (HR. At Tirmidzi, Syaikh Al Albaniy dalam Shahih An Nasa’iy 2/393 berkata : “hadits hasan shahih”)

Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaly hafizhahullah menjelaskan perihal hadits di atas, “Dianjurkan bagi setiap muslim, baik yang sehat maupun yang sedang sakit, untuk mengingat kematian dengan hati dan lisannya. Kemudian memperbanyak hal tersebut, karena dzikrul maut (mengingat mati) dapat menghalangi dari berbuat maksiat, dan mendorong untuk berbuat ketaatan. Hal ini dikarenakan kematian merupakan pemutus kelezatan. Mengingat kematian juga akan melapangkan hati di kala sempit, dan mempersempit hati di kala lapang. Oleh karena itu, dianjurkan untuk senantiasa dan terus menerus mengingat kematian.”[3]
sumber: http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/ingat-mati.html

Doa kematian dan doa penghilang kesedihan, keduanya seperti penawar bagi manusia di dalam menjalani kehidupan.

Banyak ayat yang menuliskan agar kita jangan bersedih hati. Bersedih hati boleh-boleh saja, tetapi tidak perlu berlebihan. Mungkin ya, kalau kita terlalu berlebihan ketika bersedih hati maka godaan setan akan rentan membelengu diri kita. Lagi pula mana mungkin selama hidup tidak ada masalah. Pasti saja ada. Tetapi dengan bacaan doa tadi semoga Allah meringankan kesedihan dan kekecewaan kita.

Pun demikian mengingat mati semoga menyadarkan kita untuk senantiasa berbuat kebaikan serta menghindari perbuatan buruk (maksiat) sebagai bekal kita menghadap-Nya kelak.

Ah, terima kasih atas bacaan doa nya ya gadis Qatar. Allah berkomunikasi kepada saya melalui perantara dirimu. Terima kasih atas obrolan kita yang menarik pagi itu.

Akal Pikiran

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang istimewa karena Allah menganugerahi mereka dengan akal dan pikiran. Akal dan pikiran itu digunakan untuk berpikir mana yang baik dan buruk. Akal dan pikiran berkembang maksimal dengan bertambahnya ilmu. Jadi, kalau mau akal dan pikiran kita bertumbuh baik jangan lupakan asupan ilmu yang bisa kita peroleh dari membaca buku-buku yang bergizi, dan lain-lain.

Sayangnya, manusia seringkali mengabaikan anugerah Allah yang sangat besar ini. Kita masih lebih suka tanpa sadar hidup semaunya sendiri, membiarkan kebodohan dan kegelapan merajai hidup kita sendiri. Kita sering mengatasnamakan kebebasan untuk kepentingan diri sendiri, membawa-bawa Tuhan juga untuk ke-ego-an diri kita sendiri, dan lainnya.

Manusia hidup di masyarakat. Tidak ada yang namanya bebas sesuka-sukanya sendiri. Jangan-jangan kalau kita berkelit dengan kalimat itu akan ada orang yang bilang, hidup di hutan aja sana. Eh, siapa bilang di hutan kamu bisa seenaknya sendiri? Di hutan pun ada aturan, jangan sampai nanti dimarahi sama si raja hutan :). Atau kalau masih mau nekad dengan pemikiran bebas nya itu ya jangan menyalahkan makhluk-makhluk hutan kalau nanti kamu menjadi menu santapan mereka.

Dimanapun manusia hidup, berinteraksi sosial dengan makhluk hidup lain ada pagar yang bernama penghomatan, penghargaan. Sikap menghormati, menghargai orang lain semustinya menjadi nilai-nilai yang diperhatikan oleh semua orang yang ingin hidup damai di dunia. Sederhananya sih, perlakukan orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan. Sederhana saja, bukan?

Jangan berkedok kebebasan untuk berkreasi dengan mengabaikan pagar, jangan membawa nama Tuhan untuk memuaskan hasrat diri sendiri. Tidak ada yang namanya kebebasan tanpa batas. Kebebasan yang benar (sekali lagi, gunakan akal dan pikiran untuk mengolah semua informasi dengan baik) adalah kebebasan yang bertanggungjawab, kebebasan yang dilandasi dengan penghormatan dan penghargaan. Jangan mengatasnamakan kebebasan untuk perbuatan-perbuatan yang kita tahu tidak sepantasnya dilakukan (sekali lagi, tanya akal dan pikiran kita untuk setiap tindakan yang ingin kita lakukan).

BBM Naik

Tadi malam pemerintahan Presiden Jokowi memutuskan untuk mencabut subsidi BBM yang berdampak kepada kenaikan harga BBM. Keputusan ini tentu saja ditanggapi dengan beragam komentar, ada yang setuju dan lebih banyak yang menolak plus juga ditambahi dengan hujatan kiri-kanan serta prasangka yang tak jelas ujungnya :).

Saya tidak ingin menjelaskan posisi keberpihakan saya. Saya hanya ingin bercerita bahwa tadi malam saya berdiskusi dengan partner. Kami berbicara tentang harga minyak dunia yang konon menurun. Lalu, mengapa BBM kita dinaikkan jika harga minyak dunia turun?

Jadi, begini, partner mengibaratkan seperti kita naik gunung. Ketika kita naik gunung maka jalannya akan menaik, bukan? Tetapi waktu kita mendaki itu ada kalanya kita harus naik atau turun untuk bisa mencapai puncak gunung. Nah, begitu juga minyak. Secara global harga minyak naik dari tahun ke tahun (tidak mungkin turun. Kenapa tidak mungkin? Lihat penjabarannya di bawah nanti ya). Tetapi dalam proses kenaikannya terkadang ada turun dan naik. Kondisi turun ini lah yang dimaksud saat ini.

Harga minyak selalu naik karena sumber daya alam kita semakin lama semakin sedikit sementara kebutuhan kita semakin besar (Itu sebabnya harga minyak dunia tidak mungkin turun).

Kita terus saja mengebor minyak, mencari daerah-daerah baru dengan cadangan minyak di bawahnya, lalu meninggalkan ketika wilayah itu tidak lagi menguntungkan. Tidakkah kita menyadari bahwa kita telah merusak planet kita sendiri? Tempat kita dan anak cucu kita tinggal?

Di buku Dunia Anna digambarkan para pengungsi dari Arab yang meninggalkan tanah kelahiran mereka yang telah menjadi kering, tandus dan panas.
“Minyak bumi telah menjadi bencana buat negaraku. Kami menjadi kaya dengan cepat, tapi sekarang kami malah menjadi miskin. Bagaimana bisa tetap kaya kalau kami tidak lagi punya negara yang dapat ditinggali?” (halaman 77)

Apa hubungan minyak dengan lingkungan hidup? Kutipan-kutipan dari buku Dunia Anna ini mungkin bisa memberi sedikit sudut pandang yang berbeda mengenai perlu adanya pencabutan subsidi BBM. Walaupun akan lebih bagus jika membaca bukunya langsung. Dengan demikian kita bisa merenungkannya lebih dalam.

“Dulu ada yang berpendapat bahwa mencairnya es di Kutub Utara tidak perlu dikhawatirkan… Toh, tidak ada orang yang main ski atau seluncuran di sana … Lagi pula di bawah itu lapisan es itu ada cadangan minyak yang besar … dan Norwegia berhak untuk mengekstraksi minyak bumi sampai ke wilayah Kutub Utara. Kenapa sih, harus ribut tentang kelangsungan hidup beruang kutub? Kan, sudah cukup kita menyelamatkan beruang panda? Namun, para burung unta iklim ini tidak mengerti bahwa kalau es mencair … maka itu tandanya keseluruhan bumi memanas.” (halaman 88)

“Jika seluruh cadangan minyak, batu bara, dan gas bumi yang masih tersimpan dalam planet ini dipompa keluar dan disebarkan ke atmosfer, mungkin peradaban kita tidak akan bisa bertahan.” (halaman 67 )

Anna terus berdiri di depan jendela dan merenungkan apa yang telah dibacanya tentang minyak bumi. Dia mencatat angka-angka yang hampir tak terperikan.

Satu barel minyak bumi sama dengan 159 liter dan pada saat ini bisa dijual kira-kira seharga seratus dollar, atau 600 kroner. Satu barel minyak ini menghasilkan energi sebanyak 10.000 jam kerja manusia. Di negeri ini angka itu sebanding dengan enam tahun bekerja. Dengan gaji tahunan sebesar 350.000 kroner, itu berarti total pengeluarannya 2.1 juta kroner dalam bentuk gaji. Jadi, satu barel minyak bumi menghasilkan energi yang sebanding dengan lebih dari dua juta kroner bila harus digantikan dengan kerja manual. Namun, rata-rata satu orang Amerika menggunakan 25 barel minyak per tahun. Ini sebanding dengan 150 tahun kerja dan ini kira-kira berarti juga rata-rata setiap orang Amerika menghabiskan seratus lima puluh “budak energi” yang digunakan untuk menjalankan semua mobil dan mesin, semua kulkas dan AC, seluruh pesawat terbang, pabrik, pertanian, dan mesin-mesin hiburan … Dan ini baru bicara tentang minyak bumi saja! Padahal, masih ada batu bara dan gas.

Anna bertanya pada diri sendiri mungkinkah sebenarnya minyak bumi itu sebuah sumber energi yang dihargai terlampau murah. ………

“Kok, bisa, ya sumber energi yang satu ini jadi sebegitu murahnya? Anna mencoba mencari jawabannya sendiri. Minyak jadi sebegitu murahnya karena tidak ada yang memilikinya. Tidak ada pihak yang bisa disebut pemilik minyak bumi, sehingga tidak ada yang menentukan harganya. Yang ada tinggal memompa saja!
Minyak bumi itu umurnya jutaan tahun. Pada dasarnya itu adalah sebuah simpanan dari jutaan tahun energi matahari. Namun, karena tidak ada yang memilikinya, ia bisa saja dihabiskan begitu saja. Satu, dua, tiga, dan tamatlah riwayatnya!

Memang benar apa yang dikatakan para politisi dan menteri-menteri perminyakan bahwa minyak bumi telah mengentaskan banyak orang dari kemiskinan. Namun, banyak juga orang-orang yang terentaskan dan lantas masuk ke dalam kemewahan yang sia-sia, sebuah penghamburan yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah. …

Apakah dengan cara ini orang tidak menghabiskan sumber daya alam yang seharusnya bisa digunakan generasi selanjutnya? ….
Apakah dia sedang menjadi saksi sebuah perampokan besar-besaran terhadap generasi di masa depan?
Tidakkah pembakaran berbagai sumber daya fosil ini dalam waktu singkat juga akan memusnahkan berbagai cadangan sumber daya alam yang dapat diperbarui? Tidakkah pesta minyak tak bermoral ini menjadi ancaman signifikan bagi sumber penghidupan tanaman, hewan, dan manusia? Dan bukankah penghancuran alam ini merupakan sebuah perampokan atas mereka yang seharusnya mewarisi Bumi ini?

**

Minggu kemarin saya menonton Interstellar. Entah mengapa saya melihat keterkaitan kisah di film dengan Dunia Anna. Di film itu digambarkan dunia masa depan yang tak lagi punya gairah atas ilmu pengetahuan karena saat itu masyarakat dihantui krisis pangan. Jagung yang menjadi sumber makanan satu-satunya gagal panen oleh badai debu. Bumi tak lagi ramah. Pada saatnya jagung pun akan menghilang. Kondisi yang ada pada film itu bukanlah situasi masa lalu ketika teknologi belum ditemukan tetapi sebaliknya, bumi pernah memiliki masa gemilang namun perlahan hancur oleh keserakahan manusia.

Dunia Anna pun menggambarkan dunia masa depan yang barangkali maju dengan teknologinya tetapi dengan situasi bumi yang tak lagi ramah. Kelaparan ada dimana-mana. Cuaca panas dan kering sementara di belahan lainnya dengan dingin menggigit dan terpaan badai sementara sumber daya alam yang tersisa semakin sedikit. Perlahan manusia pun akan menghilang dari bumi ini.

Dan, menyikapi keputusan pemerintah menaikkan harga BBM saya memilih untuk tidak menanggapi dengan kesinisan. Alasan di atas itulah yang membuat saya mencoba memahami bahwa Bumi ini bukan hanya milik kita, tetapi kita bertanggungjawab kepada generasi berikutnya.

Barangkali juga mencairnya es di kutub, pemanasan global tidak membuat kita cukup peduli dan terus saja merusak planet ini. Dengan adanya kenaikan BBM barangkali bisa menyadarkan kita untuk mau melakukan penghematan, berjalan kaki jika jarak yang kita tempuh tidak jauh, menggunakan sepeda, apapun. Mungkin, ya , mungkin, Tuhan sekali lagi ingin mengingatkan kita tentang masa depan planet ini.

Bumi adalah planet yang Tuhan peruntukkan untuk kita bertumbuh. Mari kita menjaganya bersama-sama untuk anak cucu kita kelak. Kita tidak boleh menghabiskannya begitu saja tanpa menyisakan apapun untuk mereka.

Mengutip kata Jostein, Kita tidak boleh mewariskan bumi yang lebih buruk daripada saat kita tinggali.