Pepaya

Sudah lama pengin banget menanam pepaya. Pertama, tanam di pot tapi gagal karena pohonnya kena kutu putih.
Coba semai biji pepaya di rumah Bandung. Tumbuh dan waktu balik ke Bandung ternyata si pohon udah nggak ada. Sepertinya dicabut waktu kebun dirapikan oleh mang tukang kebun. Baiklah, semai berikutnya di depan rumah. Tenyata, si akar nempel tembok rumah. Kok bisa sih? Sepertinya memang belum jodoh, maka dicabutlah si pohon pepaya itu.

Berikutnya semai lagi. Senang nih ceritanya, aku foto lah si pepaya california yang daunnya cakep itu. Lalu, upload donk. Tak disangka ada kawan yang menyarankan agar pepaya jangan ditanam di dekat tembok rumah karena akarnya bisa merusak. Duh, antara sedih dengan terpaksa akhirnya aku cabut hati-hati dengan harapan bisa tumbuh walaupun aku pindah. Namun teryata si pepaya layu dan mati. Hemm, bagaimana baiknya? Akhirnya semai lagi di belakang rumah, masih deket tembok (abis gimana lagi?) tetapi ruang di depannya masih luas untuk tumbuh si akar (begitu kira-kira perhitunganku 🙂 ). Masih ragu terus tanya si mas, jawaban dia sebenarnya sudah bisa aku tebak :). Maka aku mantapkan diri untuk membiarkan si pepaya ini tumbuh dahulu.

Nah, ini pohon pepaya ku yang entah ke sekian kali. Semoga nanti pertumbuhannya bagus dan tidak merusak benda-benda di sekitarnya. Amin.
photo (1)

1 thought on “Pepaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *